OTAK DAN PIKIRAN
Untuk mengungkap sesuatu yang abstrak, bukanlah hal yang mudah. Dapatkah pikiran mengungkap dirinya sendiri…? Bagaimanakah kehadiran pikiran ini didalam diri kita…? Karena pada saat pertama kita dilahirkan, pikiran belum ada dalam diri. Bila kita berbicara tentang pikiran mau tak mau mesti mengaitkan otak yang merupakan perangkat terbentuknya pikiran.
Seperti kita ketahui otak adalah pusat system saraf (central nervous system) yang mengatur pergerakan dan fungsi-fungsi tubuh seperti detak jantung, keseimbangan cairan tubuh, pembentukan enzem, hormon dan lain-lainnya. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi pengenalan perasaan, emosi dan ingatan, pembelajaran pergerakan otot-otot dan sebagainya. Dari multi kemampuan perangkat otak inilah pikiran terbentuk. Sensori otak merekam objek-objek lewat panca-indera dan dijadikan file-file ingatan yang sangat teratur. File-file ini kita kumpulkan sejak masa kanak-kanak. Inilah cikal-bakal dari pikiran kita yang ada saat ini didalam otak kita.
Saat belita kita hanya bisa berpikir sederhana, minta ini … minta itu…, belum ada rasa kepemilikan, identifikasi diri, seperti kita saat ini. Dapatkah kita mengikuti perjalanan diri kita sejak pertama kita dapat berpikir hingga saat ini? Kita telah mengumpulkan segala sesuatu secara bertahap, dan tanpa kita sadari perangkat otak kita yang memiliki multi fungsi ini mencipta jaring-jaring pikiran lewat objek-objek diluar diri yang terekam melalui panca-indera. Dari ruang inilah semuanya bermula. Ruang ini disebut sebagai batin. Dalam ruang batin ini dipenuhi oleh pikiran yang tersusun oleh komponen perasaan, akal-budi (logika), emosi, kesadaran dan ingatan yang saling mempengaruhi. Didalam ruang batin ini otak bekerja secara terus menerus dgn rangkaian-rangkaian yang dia ciptakan sendiri yang berupa jaring-jaring pikiran. Seiring dengan pengumpulan yang dilakukan, terjadilah pengkondisian yang semakin menguat dan terciptalah si-AKU/DIRI-ku. Si-Aku inilah merasa memiliki…., “baju’Ku, rumah’Ku, anak’Ku, keluarga’Ku” dan lain-lain ‘KU yang tak terhitung banyaknya.
Dapatkah kita melihat senyatanya hal ini…? Kebanyakan orang tak pernah melihatnya, krn kita tak pernah ada waktu untuk menyimak kedalam diri. Kita cenderung melihat objek-objek diluar diri. Ketika ada objek yang mengesankan, tanpa sadar otak kita merekam. Kesan ini memperkuat hasrat kita untuk merasakan lagi. Dari sini terjadilah pengejaran dan kita semakin melekati (kecanduan). Demikianlah otak kita memupuk pikiran demi pikiran semakin kuat dan kuat yang menjadi si-AKU. Dari sinilah semua tindakan kita bersumber; dan dari sini pula semua masalah kita bermula
Komentar Terbaru