Beranda > Keheningan > LAYANG-LAYANG PERHATIAN.

LAYANG-LAYANG PERHATIAN.

Sendirian saja seorang anak desa asyik bermain layang-layang. Perhatiannya tak pernah lepas dari layang-layangnya yang terus bergerak kekiri dan kekanan tertiup angin. Pada saat seperti itu, tak ada pikiran yang lainnya masuk didalam otaknya. Saking asyiknya dia sampai melupakan sekitarnya, yaitu orang-orang yang berlalu-lalang melintas.

Apakah yang terjadi pada saat kita memperhatikan sesuatu? Anak-anak disekolah menaruh perhatian kepada Bapak/Ibu Guru yang sedang menerangkan pelajaran. Seorang pelukis asyik memperhatikan lukisan atau obyek lukisannya. Seorang dokter yang sedang melakukan tes tensi, menaruh perhatian dengan seksama pada detak jantung sang pasien. Banyak lagi contoh lainnya, bagaimana kita menaruh perhatian sedemikian rupa pada sesuatu, lebih-lebih jika hal itu menarik hati.

Pada umumnya jika kita sedang memperhatikan sesuatu, perhatian kita tercerap pada objek yang sedang kita perhatikan. Bisa dikatakan pada saat perhatian itu, kita terkonsentrasi. Seumpama kita sedang memdengarkan suatu ceramah, jika perhatian kita tidak penuh, maka kita tak’an dapat mendengarkan atau memahami sepenuhnya isi ceramah itu. Jika kita terkonsentrasi penuh barangkali kita akan dapat mendengar setiap kata yang terucap. Ini semua tergantung dari seberapa besar kita memberi perhatian pada hal itu.

Pada umumnya dalam memperhatikan, perhatian kita hanya tertuju atau terfokus (terkonsentrasi) pada satu objek saja. Perhatian seperti ini bersifat konsentrasi (terfokus). Namun adakah perhatian yang dapat tertuju pada lebih dari satu objek atau perhatian menyeluruh? Untuk melakukan ini, orang membutuhkan energi yang besar. Dalam perhatian menyeluruh ini mesti ada intensitas, untuk itu orang mesti sungguh-sungguh sangat diam. Dalam perhatian ini mestilah tak ada kepentingan apapun. Jika orang berkepentingan sekecil apapun, maka disitu tak’an ada intensitas. Dalam perhatian ini hanyalah ada perhatian menyeluruh semata.

Ketika pikiran (kata-kata) ini dituangkan kedalam tulisan, bersamaan dengan ini Andapun mendengar kokok ayam jantan dikejauhan, kicau burung-burung, demikian juga suara kendaraan yang lalu, suara orang yang sedang menyapu di halaman rumah, suara-suara serangga yang sedang berjemur mentari pagi. Anda juga melihat rasa pegel dan kaku didalam tubuh. Anda melihat keluar-masuknya nafas yang dalam dan halus memenuhi rongga dada dan perut. Dan Andapun melihat bagaimana pikiran yang sedang mengolah kata-kata tertuang. Ini merupakan bagian dari meditasi. Dalam perhatian menyeluruh ini ada keheningan. Keheningan yang tak tercemar oleh kepercayaan, doktrin, otoritas apapun.

Jika keheningan ini berlanjut, maka diapun terlepas dan tak ada apapun yang menjadi tempat untuk berpegang, dia mengalir bagaikan angin dalam kebebasan pada kedalaman dan keluasan yang tak terbatas dan tak ter-identifikasikan.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: