Beranda > Keheningan > BERTELANJANG-BULAT

BERTELANJANG-BULAT

Cerita ini terjadi pada kehidupan kita. Misalkan adik saya pergi merantau, lama baru pulang. Eh, tahu-tahu dia datang dengan baju jubah putih.

Astaga…saya teriak, “apa yang terjadi, kenapa kau pakai baju seperti ini, kemana bajumu yang dulu pertama, ketika kau akan pergi.

Adiku tentu terperanjat dengan teriakku, dan dia menjawab tak kalah sewot. “Eh, saudara pulang disambut teriakan, emang kenapa dengan bajuku?”

“Kenapa??… baju itu tak pantas kau kenakan!” “Kau mesti tahu tradisi kita!” aku menjawab ketus.

“Kenapa pula tradisi dibawa-bawa, aku tak mau dijerat tradisi, aku bebas memilih hidup!” “Dan aku sudah fix, mantap dengan baju ini!” “Biarpun langit runtuh, baju ini tak’an kulepaskan!” adiku berang.

Betapa hati tak’an pilu, apabila prahara ini melanda hati kita?…. Kenapalah hidup ini diisi dengan hal-hal yang menyedihkan. Persaudara kita umat manusia akan hancur berantakan, manakala kita menjerat diri didalam kefanatikan. Hanya masalah busana, baju, pakaian;…apakah baju dalam arti sesungguhnya pun arti kiasan.

Marilah kita diam, amati…!

Semakin kuat keyakinan, semakin mantaplah hati. Hati yang mantap muncul dari keyakinan yang kuat. Ini semua berada dalam ruang pikiran (perasaan). Apapun yang berasal dari ruang ini yaitu, kepercayaan, keyakinan, iman, rasa mantap, rasa senang, rasa cocok, rasa damai, rasa bahagia/puas, hanyalah permainan pikiran untuk memperkuat keberadaan dirinya, untuk mempertegas alurnya yang telah mapan. Disinilah kita terperangkap, lekat; kenapa?…karena disini kita mendapatkan kenikmati, hiburan, rasa aman dan nyaman.

Kepercayaan dengan ritualnya memberi kita hiburan perasaan hikmah, rasa bahagia dan puas. Kebersamaan, keseragaman uniform memberi rasa aman dan nyaman. Namun hal ini hanyalah ilusi, permainan sang pikiran, membuat kita lelap dan malas untuk menggali lebih dalam. Lebih jauh, hal ini bisa memperkuat fanatisme, dan masing-masing kelompok terus bersaing. Dan yang namanya bersaing, tak ada itu persaingan sehat. Dalam persaingan pikiran (ego) semakin kuat, dan ini tidaklah sehat.

Baju apapun yang di pakai, jika itu akhirnya hanya membentuk kelompok, yang menjadikan orang fanatik, yang membuat dirinya terjerat, maka kebebasan (moksha) tak’an pernah terjadi. Maka dari itu,…..kenapa Anda tak melepas semua baju-baju Anda,…dan bertelanjang-bulat? Dalam ketelanjangan batin, Anda akan melihat diri Anda seutuhnya. Hanya batin yang telanjang-lah yang bebas….mengarungi dan menyelami keheningan.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: