Beranda > Keheningan > GARA2 BAJU PENJUDI

GARA2 BAJU PENJUDI

Saya ingin mengulang sebuah cerita tentang seorang penjudi yang memakai baju; baik baju warna biru, warna hitam, kuning apapun, selalu ada tulisan yang sama dipunggung bajunya. Tulisan itu adalah……. x : + – = ? x o = o
Pada suatu hari seperti biasa dia pergi ke arena sabung ayam dan seorang DrH (dokter hewan yang pintar) juga hadir disana untuk menawarkan jasa pengobatan bagi ayam-ayam pemenang yang terluka, dan menegurnya………

“He penjudi…kok semua baju-baju yang lho pakai selalu ada tulisan yang sama, tulisan itu-itu saja, apa maksudnya?”

Si penjudi menjawab sambil tertawa kecil, ”he…he Pak Dokter…tulisan gitu aja kok nggak tahu!”

“Bener…apa maksud tulisan lho itu?”

“Weleh..weleh…pak Dokter ini, itu kan….., kali bagi tambah kurang = berapa dikali nol, ya hasilnya nol.”

Sang dokter merasa dipermainkan, “maksud lho apa” dia menghardik jengkel.

Si Penjudi juga mulai tak senang dengan bentakan si dokter, diapun menjawab ketus; “macam gini aja kok jadi dokter…, nol itu kentut lho yang lho telan bulat-bulat” seraya nyengir siPenjudi ngloyoor pergi, meninggalkan si dokter yang panas perutnya karena dongkol.

Saya yang kebetulan lewat, mengikuti si Penjudi dan minta penjelasan tentang tulisan itu. “Maaf bapak, jujur saya tak mengerti apa arti dari tulisan dipunggung baju Bapak itu?”

“He..he..e..ee Wawan, tumben ketajen…,” dia menyapa saya dengan ramah dan menerangkan…. “Saya yakin Anda sudah tahu, tapi mungkin Anda tak puas, dan mau mendengar jawaban dari mulut saya sendiri kan?” “Orang bodoh, rakyat kecil dan penjudi seperti saya hidup ini selalu pas-pasan. Bagaimana juga hidup ini disiasati, dengan kerja keras memeras keringat, dengan menipu, dengan belajar sampai jadi dokter, insinyur, menteri, pejabat Negara dan sebagainya itu, pada akhirnya sama dengan nol. Betul kan Wan?” “Baik nol itu diperoleh saat hidup ini maupun nol itu dicapai ketika sang elmaut merenggut nyawa kita.”

Saya hanya terdiam mendengar jawaban siPejudi. Saya yang banyak membaca, tahu banyak pengetahuan, merasa diri saya pintar. Dari merasa diri pintar…saya berasumsi, bahwa pemikiran seorang Penjudi tidaklah bernilai.

Disini bukanlah masalah apa yang dikatakan oleh si Penjudi, namun ketika saya mendengarkan…., dan BERASUMSI….., disinilah masalah sesungguhnya yang berada dalam diri saya sendiri. Yang paling tahu perutnya panas dan dongkol yang merasa diri pintar tentulah siDokter. Apabila saya tidak melihat masalah ini ada didalam diri saya, sebanyak apapun pengetahuan saya berbicara berbuih-buih tentang berkesadaran, tentang kebebasan, tentang runtuhnya pikiran, tiadalah manfaatnya.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: