Beranda > Keheningan > TIRTA YATRA

TIRTA YATRA

Diantara anda tentu banyak yang suka tamasya, melihat-lihat ke-indahan alam. Orang akan mengalami perasaan berbeda manakala mereka sampai pada tempat tujuan wisata, apalagi jika tempat ini baru pertama kali di kunjungi. Sejenak mereka akan dapat melupakan segala masalah yang menekan dan menumpuk dalam otaknya. Namun selang beberapa hari, atau beberapa jam saja, mereka sudah kembali kedalam kondisi semula.

Pernahkah orang mengamati kejadian ini? Kebanyakan orang tak pernah memperhatikan. Mereka terbenam dalam masalah-masalah yang semakin banyak dan rumit yang diciptakan sendiri untuk dirinya. Dari kejenuhannya, mereka mencoba melarikan diri, salah satunya dengan tamasya (tirtayatra). Namun hal ini tidak memberi banyak manfaat.
Ada satu paket tour yang murah, yang tidak merupakan pelarian diri. Orang tak perlu memakai kendaraan bermotor, sehingga dapat menghemat uang bensin, juga mengurangi polusi udara yang saat ini telah sangat mengganggu kesehatan manusia. Namun tour ini membutuhkan keberanian, kemauan yang kuat dan kesungguhan hati. Apakah orang memiliki keberanian, niat dan semangat yang besar? Jika tidak, merekapun tidak mungkin dapat mengikuti tour ini.

Didalam tour ini orang akan bertemu dengan hal-hal yang luar biasa, sangat menakjubkan. Orang akan memasuki daerah-daerah liar yang belum pernah dijelajahi oleh manusia. Barangkali mereka akan bertemu monster-monster, mahluk-mahluk yang mengerikan, karena itu mereka mutlak harus memiliki nyali, tekad, semangat dan kemauan yang kuat. Untuk ikut dalam tour ini orangpun harus memiliki tiket. Tiketnya dapat diambil masing-masing dalam dirinya sendiri yaitu niat. Jika orang telah memiliki niat yaitu kemauan yang tulus dan jujur, maka hal ini akan mengantar mereka pada tour ini.

Tour ini akan menjelajahi daerah pedalaman dari batin, daerah kesadaran dan nurani yang terdalam. Jika orang dapat masuk dan menjelajahi, ini akan membawanya pada dimensi lain yang memberinya perasaan berbeda, yang selalu baru, segar, murni dan indah. Dengan demikian orang secara otomatis akan meninggalkan dan terpisah dari masalah-masalah dirinya, dan menjadi bebas tanpa beban apapun. Hal inilah sesungguhnya yang selalu menjadi dambaan dan dicari-cari oleh setiap insan dimuka bumi, namun kebanyakan orang tak pernah menemukan sehingga tak pernah bersamanya. Pernahkah orang bertanya kepada diri sendiri, apakah sesungguhnya yang dicari, yang di-inginkan? Tentulah orang tak’an bisa segera menjawab pertanyaan ini, bukan?

Nah, jika orang telah memegang tiket yaitu kemauan yang tulus dan jujur, marilah melangkah menuju gerbang Wisata Taman Hati. Begitu masuk hendaklah jangan berbicara atau ngobrol apapun, baik secara verbal maupun non verbal. Orang harus tenang, santai dan diam. Yang dibutuhkan hanyalah agar orang memperhatikan langkah demi langkah dalam setiap tindakannya. Yang ada hanyalah PERHATIAN. Untuk dapat memperhatikan, yaitu sungguh-sungguh memperhatikan, orang mestilah SANGAT diam. Dalam perhatian yang sangat diam ini, kepekaan seseorang akan bertambah tajam. Dia akan melihat, mendengar, merasakan segala sesuatunya yang berada didalam maupun diluar dirinya. Diapun akan melihat badan dan hatinya yang gelisah. Dan diapun melihat pikirannya, yang terus bergerak resah, melompat-lompat bagaikan kuda liar. Dalam hal ini orang tak perlu berusaha untuk menjinakan agar pikirannya tenang. Namun yang diperlukan hanyalah perhatian. Orang hanyalah mengamati dan mengikuti setiap pikiran yang muncul silih berganti, jangan berusaha untuk mengendalikan. Karena pengendalian justru membuat sikuda liar “pikiran” memberi reaksi semakin kuat dan kuat.

Pikiran-pikiran ini merupakan file-file dari kenangan masa lalu, yang baik maupun yang buruk, yang positif maupun yang negatif. Orang tidak usah berkomentar apapun, artinya janganlah memberi penilaian, membenarkan ataupun menyalahkan, namun orang semata-mata hanya mengamati dengan tulus dan jujur. Barangkali salah satu pikiran adalah suatu hal yang buruk, pandanglah ia sebagaimana adanya. Janganlah memanipulasi, memutar balikan, merekayasa, dengan membenaran ataupun menyalahkan. Orang hanyalah menaruh perhatian, yaitu semata mengamati, itulah adanya. Hendaklah jangan merasa malu, menyesal atau bersedih. Demikian juga sebaliknya, jika satu pikiran atau hati adalah baik, janganlah berbangga dan sombong. Tataplah, pandanglah semuanya, seutuhnya “sang diri” seperti apa adanya.

Hal ini barangkali berlangsung lama dan berulang-ulang, pikiran-pikiran baik dan buruk datang dan pergi, akan sangat menggelisahkan, bisa berwujud monster-monster yang mengerikan, namun orang harus tetap mengamati dengan tulus dan diam. Sesungguhnya tak ada pikiran yang baik ataupun buruk, pikiran itu sendiri yang telah memberi label pada dirinya. Dan label ini telah memperkuat pikiran si-diri itu sendiri, sehingga dalam setiap tindakannya dia melibatkan komponen-komponen yang lainnya seperti perasaan maupun emosinya. Demikianlah pikiran akan merajut semakin banyak file-file didalam batin.

Bagaikan sebuah almari yang telah diisi penuh dengan segala macam barang, dia tak’an berfungsi lagi, bukan? Maka dari itu orang harus membersihkan atau membuang segala barang yang tidak berguna. Untuk hal ini orang harus mengamati seluruh bidang batin, sampai ketempat-tempat yang terdalam dan tersembunyi. Pengamatan yang terus menerus dengan kemauan yang tulus dan jujur akan membersihkan batin dari semua pikiran yang tak berguna itu. Pengamatan yang tulus dan jujur adalah pengamatan tanpa adanya rasa malu ataupun bangga, pengamatan yang tidak memihak, yang tidak menyembunyikan dan tidak mempertahankan.

Pengamatan seperti ini akan mendatangkan pemahaman; yaitu melihat betapa tak bergunanya almari yang penuh sesak oleh barang-barang, maka orangpun bertindak spontan, membuang semua rongsokkan busuk yang ada didalamnya, dan dengan demikian barulah almari itu akan bermanfaat. Pengamatan seperti ini akan memutuskan semua rantai masa lalu, yaitu semua masalah-masalah sang diri, dan diapun menjadi bukan apa-apa. Hanya dalam batin yang kosong ada kejernihan, ada keheningan, ada keindahan, ada kedamaian, ada kebenaran. Dengan demikian orang akan dilahirkan menjadi manusia baru, dan berada didalam dimensi yang berbeda. Jika orang berada dalam dimensi ini, tak satupun kata yang dapat menceritrakan keindahanNya. Untuk ini setiap orang harus menemukan bagi dirinya sendiri. Tak ada orang, guru, pendeta suci, organisasi, atau dewa sekalipun yang dapat memberikannya.

Orang harus datang ambil tiket dan ikut dalam Tour ini. Hanya dengan jalan inilah kemungkinan orang dapat menemukan. Karena itu orang harus mengambil tiket dan langsung masuk gerbang Wisata Taman Hati. Jika orang berjodoh, dia akan menemukan Sekuntum Bunga Nurani. Bunga ini selalu segar, indah, bersinar terang, dan menyebar wangi. Bunga ini akan membuat orang hidup selalu riang gembira dan hidup terasa berbeda, karena semua kecemasan, kebingungan, kebencian, ketakutan, kesedihan, penderitaan dan semua masalah-masalah mereka yang kerdil sirna.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: