Beranda > Keheningan > KEYAKINAN

KEYAKINAN

Ada anjuran bahwa setiap orang mesti “YAKIN” bahwa kalau “kecerahan batin” itu pasti akan bersinar, seyakin mereka akan matahari yang tidak mungkin tertutup awan selamanya. (ini anjuran dan pernyataan yang spekulatif).

Apakah Anda YAKIN……? Apabila Anda telah melihat jelas, telah sungguh-sungguh paham, perlukah Anda yakin? Bila Anda sungguh paham 2×2 = 2+2, perlukah Anda yakin? Keyakinan ada bila Anda tak paham. Matahari bersinar manakala mendung pergi. Matahari tak pernah yakin akan dirinya bersinar; dia hanyalah bersinar, karena dia adalah sinar itu.

Apa yang dimaksud dengan yakin (keyakinan), bukankah hal ini sama maknanya dengan percaya. Kepercayaan barangkali diklasifikasikan sebagai memiliki makna yang bersifat umum, sedangkan keyakinan lebih bersifat khusus, begitukah? Namun, bukankah hal itu memiliki pengertian yang sama, yaitu manakala kita belum memahami.

Bila Anda tak paham, tak mengalami apa itu kecerahan batin, anda merindukannya dan anda menguatkan hati untuk meningkatkan kwalitas keyakinan Anda. Dan barangkali Anda juga akan meningkatkan latihan-latihan, suatu petunjuk, disiplin atau metode tertentu yang Anda yakini. Dan dengan menerapkan semuanya itu, Anda berharap agar kecerahan batin segara diperoleh. Semua usaha Anda yang bertolak dari keyakinan tak’an pernah membawa Anda keluar dari jerat pikiran. Karena, baik keyakinan ataupun kepercayaan adalah bagian tak terpisahkan dari pikiran. Semakin kuat Anda meyakini, semakin terjeratlah Anda disana. Dan yang namanya kebebasan (mokshatam), kecerahan batin hanyalah khayalan kosong. Orang yang sampai pada kecerahan batin adalah mereka yang batinnya telah bebas, bebas dari perangkap pikiran. Hal ini sangat bersahaja.

Adakah kebahagiaan, bila kita merasa bahagia? Adakah kecerahan batin, bila kita yakin? Adakah keheningan, bila kita berusaha mengendalikan pikiran? Adakah kebebasan, bila kita berusaha terlepas? Semua usaha-usaha ini adalah reaksi pikiran yang mengingikan.

Pada saat kita ‘merasa’ bahagia; pada saat kita ‘memupuk’ iman atau keyakinan, pada saat kita berusaha ‘mengendalikan’ pikiran, pada saat kita berusaha ‘terlepas’ dari jeratan; tepat pada saat itulah siEgo menopoli, si-pikiran memenuhi batin Anda. Dapatkah Anda melihat hal yang sederhana ini? Anda, barangkali akan berkata dalam hati, “wah, ini sangat simple, gampang, kenapa selama ini gue tak melihat?” Hal ini sama sekali tak sulit, bukan?

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: