Beranda > Keheningan > APAKAH ITU-2

APAKAH ITU-2

Cerita ini aku dengar langsung dari siPHT (Praktisi HealingTouch). Ini hanya cerita yang irasional. Kata siPHT, hal-hal ini bukanlah hal luar biasa, namun cukup membuatnya bingung. Ini aku coba sajikan beberapa cerita dari banyak kejadian-kejadian irasional yang dialami siPHT.

Tahun 1974 siPHT tinggal di jalan pusir-putih, Ancol. Seperti biasa menjelang magrib dia keluar untuk dinner, didepan jembatan Goyang, disebuah restaurant dipinggir rel kereta. Dimana dia biasa makan bersama para gelandangan dan abang-abang becak disekitar daerah Pedemangan. Menjelang sampai ke jembatan Goyang seorang lelaki berjalan kearahnya dari arah jembatan. Ketika hampir bertemu lelaki itu berhenti dan menyapanya dengan teguran. “Ngapain kamu kemari, sudah bagus tinggal di Bali”, seraya lelaki itu menatapnya. Lelaki setengah tua, sekitar lima puluh tahunan, dengan penampilan sederhana, namun air mukanya cerah, berkarisma; sepertinya wajah itu tak asing baginya. SiPHT merasa dongkol, namun dia tak menghiraukan sapaan/teguran lelaki itu, hanya dalam hati dia berguman, “ngapain ngurus orang lain?”, dia berlalu…., namun seketika dia sadar siapakah lelaki itu, yang mengenalnya dari Bali? Dia pun berputar menengok, dan lelaki itu sudah tak ada. Hanya dalam sekedipan mata; “apakah aku mimpi” siPHT berguman dalam hati. Apakah Itu!

Pada peristiwa lainnya; sepulang dari kerja dia mampir ke tempat teman-temannya bekerja di jalan Paletehan, Kebayoran Baru, Jaksel. Sampai disana dia bersalaman sebagai basa-basi pergaulan. Ketika dia menyalami siAR salah satu dari mereka, dia merasakan hawa dingin dari kematian. SiPHT, langsung menemui teman yang lainnya, dan membuat pernyataan yang irasional; “memang siAR sakit apa, dia itu akan segera mati.” Teman-temannya saling pandang heran, karena siAR tak ada keluhan apapun, artinya siAR sehat-sehat saja. SiPHT sendiri merasa tidak enak dengan pernyataannya dan juga heran kenapa mulutnya bisa latah seperti itu. Dia merasa jengkel dengan dirinya. Dua hari kemudian dia ditelepon oleh temannya dan bertanya, “bagaimana lho bisa tahu si-AR akan mati Yan…? Dia.. siAR benar-benar telah meninggal tadi malamnya.

Tahun1977 siPHT berumur 25tahun. Ketika itu dia kebetulan diterima sebagai Production Manager di sebuah perusahaan, yang owner sekaligus direkturnya adalah orang Yahudi Amerika. Semua karyawan percaya siPHT ini tak’an lama bertahan disana, karena si Yahudi itu sangat galak, suka marah-marah, dan cari-cari kesalahan bawahannya. Sehingga udah berkali-kali, gunta-ganti orang, untuk posisi Production Manager yang sekarang dijabat oleh siPHT. Namun ramalan para karyawan…….; ada yang meramal paling lama seminggu, sepuluh hari….., siPHT pasti mental……; meleset….., karena siPHT disana sampai tahun 1983.

Si Yahudi memang galak, banyak karyawan memberi julukan kepadanya siSetan Hijo atau Setan Kuning, karena biji matanya berwarna hijau dan rambutnya warna pirang kekuning-kuningan. Kalau dia marah bukan alang kepalang memang; peralatan kantor, buku-buku, apa saja bisa dibanting-bantingnya. Ada karyawan sampai terkencing-kencing saking takutnya bila dimarahi oleh siSetan Hijo. Bukan main si Yahudi ini. Tetapi terhadap siPHT dia tak bisa berbuat apapun. Banyak karyawan merasa senang dengan hadirnya siPHT disana, karena siPHT selalu membela karyawan jika si Setan Hijo marah-marah.

Nah ini adalah kejadian yang tak terlupakan oleh semua karyawan yang menyaksikan. Pada hari sabtu jam kerja sampai jam 13.00. Seperti biasa sebelum jam 13.00 karyawan beres-beres meja, tiba-tiba datang siSetan Hijo, mencari-cari dan dia menemukan SPO, dan bertanya.

“Kenapa ini masih disini?” “Ini mesti selesai hari ini!” seraya membanting SPO itu. Semua karyawan sudah gemetar menjauh, mereka yang sudah siap pulang tak berani pulang.

SiPHT memungut SPO itu, dan bertanya kepada siYahudi, “siapa bilang ini mesti selesai hari ini?” “Lihat tanggal perintah selesainya SPO ini!!!”
Si Yahudi melihat SPO….”oh itu salah menulis tanggal, ini mesti selesai sekarang!” si Yahudi membentak dan membanting lagi. “Kamu harus perintahkan karyawan untuk overtime”, si Yahudi memerintah siPHT seraya menudingkan tangannya. Pertengkaran si Yahudi dan siPHT berlanjut, dan tiba-tiba siPHT membentak keras, “Kamu mau selesai hari ini?”, “selesaikan sendiri, ayoo kamu angkat!…angkat!!” Si Yahudi, yang galak itu, seorang direktor dan owner dari perusaha itu mengangkat dos-dos yang berisi brosure-brosure ke lantai II sampai berkali-kali. Semua karyawan bengong, bagaimana siSetan Hijo yang galak itu bisa menjadi seperti anjing penurut kepada perintah si-PHT?

Kisah lain terjadi di daerah Kayumanis ketika itu siPHT berumur 27 tahun dan diundang ngobrol-ngobrol. Karena dia orang Bali dia diharapkan bisa mewakili Hindu dan Buddha dalam acara itu. SiPHT merasa syok juga, ‘malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih.’ Dia sama sekali tak menyangka diundang ngobrol untuk hal yang dia sama sekali tak paham, baik tentang Hindu maupun Buddha. Namun dia sudah hadir, tak bisa berkelit lagi.

Dari banyak pertanyaan yang diajukan, adalah jawaban siPHT dari sebuah pertanyaan yang membuat semua yang hadir termasuk siPHT sendiri terbengong-bengong. Pertanyaan itu adalah tentang kisah Sidarta Gautama. “Setelah sepanjang hari Sidarta Gautama memberi kotbah kepada umat, dan setelah jam 01.00 Sidarta melanjutkan memberi kotbah kepada para dewa sampai menjelang subuh.”……, “Nah, bagaimana mungkin Sidarta Gautama yang hanyalah manusia itu, bisa memberi kotbah kepada para dewa?” Inilah pertanyaan yang diajukan.

SiPHT sama sekali tak pernah mendengar cerita tentang Sidarta Gautama ini. Apa yang mesti dia katakan. SiPHT sudah akan siap untuk bicara jujur yaitu bahwa dia sama sekali tak paham tentang itu.

Namun………..; “Oh, tentang hal itu….., perlu bapak-bapak sekalian ketahui, bahwa ketika Sidarta memberi kotbah itu, Sidarta sudah bukan manusia biasa lagi. Pada saat itu beliau telah mencapai ke-Buddhaan, mencapai pencerahan…..dan seterusnya….dan seterusnya!

Dia menerangkan, memberi jawaban itu sekitar lima menitan. SiPHT bicara demikian teratur, dengan jeda-jeda dan penekanan-penekanan yang sangat mempesona. SiPHT saat itu dalam keadaan sadar, namun dia tak mengerti, bagaimana, darimana datangnya kata-kata itu? Itu bagaikan mata-air yang mengalir dari sumbernya. SiPHT betul-betul bengong dan bingung, dan bertanya dalam hati, “apakah yang terjadi dengan diriku?”

Ini kisah yang lainnya. Tahun 1988 karena tugas, siPHT mondok di Gerlong Bandung. Dia akrab dengan seorang mahasiswa tingkat terakhir bernama Bram, yang kebetulan kost didekat situ. Bram tertarik dan meminta siPHT menjadi gurunya. SiPHT spontan menolak, karena dia tak punya pengetahuan apapun untuk diajarkan. Suatu malam minggu siBram menemuinya dan menceritakan, bahwa dia barusan pulang kampung menemui Gurunya. Ketika dia cerita tentang siPHT kepada Gurunya; si Guru melarang dengan keras siBram, agar jangan bergaul dengan siPHT. Karena menurut Gurunya, siPHT itu adalah orang yang sangat berbahaya, bahwa siPHT itu adalah seorang kafir yang melebihi seorang komunis. Mendengar penuturan siBram, ada rasa jengkel dan penasaran dalam dada siPHT. Dia berguman, “Kok bisa ada orang, menuduh dan berceritra tentang diriku tanpa mengenalku.” Tiba-tiba bagaikan aliran listrik yang halus dia melihat alur-alur warna-warni yang kabur pada ruang yang sempit dan miring, dari situ siPHT membuat pernyataan panjang-lebar, membuat siBram bengong terlongo. Apa yang dikatakan siPHT adalah realita tentang Gurunya siBram. (Apakah Itu!)

Kategori:Keheningan
  1. nur arif muhamad
    11 Oktober 2010 pukul 8:24 am

    pak wayan cerita pak wayan banyak saya temui disekeliling saya bukan berniat sombong, tapi itu memang terjadi seperti bisa menyembuhkan padahal tidak mempunyai pengetahuan dan ilmu tentang medis(Kalam Sikap),bisa mengetahui ajal seseorang(Kalam Tulis),bisa mengetahui dan menjawab sesuatu dengan baik dan benar padahal sipembicara sendiri tidak mengetahui dan memahami maksud perkataannya panjang lebar dan bisa tahu tentang masa lalu seseorang padahal dia belum sekalipun atau baru sekali bertemu dengannya(Kalam Ucap)juga banyak kejadian diluar nalar lainnya=)
    dan jujur saya sendiri tidak mempunyai kemampuan seperti itu tapi saya percaya bukan mustahil saya bisa dan mampu suatu waktu nanti allohualam.
    kami yayasan sosial yang bergerak bersinggungan dengan agama dimana tempat kami dihuni oleh belasan atau puluhan orang yang tersesat secara bathin maupun spiritual menurut saya kemampuan diatas bukan spesial dimiliki seseorang memang ada beberapa yg diberikan keistimewaan untuk menguasai tanpa harus mempelajari dan satu yang saya tangkap pasti semua mukzizat itu tak kan terjadi tanpa ada persetujuan dari Tuhan yang Maha Kuasa atas permintaan/Doa si PHT =)
    siapapun dapat mencapai hal tersebut dalam suatu waktu dalam hidupnya bila Jalan Hidupnya Lurus!
    terima kasih

  2. windra
    12 Oktober 2010 pukul 7:53 pm

    Terima kasih sharingnya Pak Nur. Spt yg diceritra oleh si-PHT, dia sama sekali tak mengganggap hal2 irasional ini luar biasa. Namun hal2 spt ini tak prnh bisa direncanakan oleh pikiran.
    https://wayanwindra.wordpress.com/2009/12/11/lahir-kembali-rebirth/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: