Beranda > Keheningan, Kesehatan > SESAK DAN HISTERIA

SESAK DAN HISTERIA

Pada suatu dialog, seorang kakek yang telah berumur 70 tahunan mengajukan pernyataan dan pertanyaan. Bahwa dia telah membaca banyak kitab spiritual namun tetap saja belum menemukan. Katanya bahwa kebanyakan dari kita hidup dalam kebingungan, dalam kegelapan, dalam kecemasan. Dan dia bertanya, apa sesungguhnya essensi dari hidup ini? Pernyataan dan pertanyaan di atas merupakan sikap yang jujur, hal ini barangkali dapat menuntun kita untuk belajar.

Dalam kurun limabelas tahun terakhir siPHT (praktisi HealingTouch) banyak bertemu dengan orang-orang, yaitu mereka yang datang dengan bermacam-macam masalah. Yang datang beragam; dari seorang pengusaha kaya, pegawai, kalangan menengah, pedagang, guru maupun rakyat kebanyakan. Dia bertemu dengan bermacam-macam orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, dan dengan tingkah laku yang berbeda pula. Namun mereka semua dalam masalah yang sama. Yaitu masalah kesehatan; kesehatan lahir maupun batin. Motifnya bisa jadi berbeda, namun kecemasan, kebingungan, dan kegelapan mereka adalah sama.

Pernahkah Anda bertanya-tanya dalam hati, apakah sebenarnya yang kita cari, apakah yang kita inginkan? Sehingga kita tak henti-hentinya memeras otak dan bekerja penuh ambisi. Pernahkah anda bertanya kepada diri sendiri, apa yang anda cari? Hal apakah yang paling berharga dalam hidup anda? Jika anda tidak memiliki kesederhanaan batin, anda tak’an dapat menjawab pertanyaan ini. Tahukah Anda? Kesehatan lahir dan batin adalah hal yang utama, hal yang mendasar dan paling berharga dalam hidup ini.

Bagaimanakah kesehatan ini dapat diwujudkan dalam kehidupan kita? Ini bukan hal yang mudah. Kesehatan tak dapat dibeli, berapa pun banyak uang yang anda miliki. Namun orang mesti memahami hal-hal yang terkait dengan kesehatan.

Jika seseorang jatuh sakit ini disebabkan oleh karena ketidak-seimbangan energi panas dan dingin di dalam tubuh. Ketidak-seimbangan ini terjadi karena adanya penyumbatan dan kebocoran (pemborosan) energi. Hal ini terjadi disebabkan oleh bermacam-macam alasan. Hal yang paling dominan disebabkan oleh faktor pikiran, seperti: kecemasan, kebingungan, ketakutan, kesedihan, penderitaan, dan sebagainya. Faktor yang lainnya adalah pola makan, pola gerak (kerja), faktor lingkungan (kebersihan), cuaca atau udara.

Pikiran (batin) adalah si aktor utama. Mengapa pikiran memegang peran utama dalam sehat dan sakitnya seseorang? Batin merupakan sumber atau sentral energi dari tubuh kita. Dari pengalaman ketika mendiagnosa seorang pasien, sakit apapun dia, pasti meridian sentral energinya terganggu. Ini membuktikan bahwa setiap orang sakit, batinnya pasti mengalami gangguan tanpa disadari.

Batin merupakan sentral energi, bekerja sama dengan sistem saraf perintah, yang secara terus menerus menerima sinyal dari seluruh bagian tubuh. Semua sinyal ini diproses dan dianalisa oleh sentral energi (batin), dan mengirim balik energi ke seluruh tubuh untuk merawat atau memperbaiki sel-sel yang rusak. Proses penerimaan sinyal dan pengiriman balik energi ke seluruh tubuh ini, berlangsung terus menerus tanpa pernah kita sadari.

Jika seseorang secara terus menerus mengalami tekanan batin seperti rasa jengkel, sedih, marah atau cemas, ini berarti terjadi pemborosan energi, maka sentral energinya akan terganggu. Hal ini akan mengganggu kerjanya sistem penerimaan sinyal dan pengiriman balik energi. Ketika sinyal-sinyal dari seluruh tubuh diterima, sentral energi tidak mampu melakukan proses atau menganalisa masalah tubuh dengan benar, sehingga pengiriman balik energi pun tidak benar (tidak memadai). Dengan demikian kita bisa jatuh sakit.

Melihat sistem kerja sentral energi (batin) yang begitu dominan di dalam menjaga kesehatan, kiranya perlu bagi kita untuk memahami lebih detail hal-hal yang terkait dengan pikiran. Satu hal yang barangkali perlu kita amati, mengapa kita begitu mudah jengkel, sedih, marah atau cemas? Hal-hal ini berkaitan dengan perasaan yang bekerja di atas sistem saraf yang terhalus, karena itu kita harus mengadakan suatu penyelidikan yang seksama.

Seorang istri jatuh sakit. Dia mengalami sesak/asma ditambah dengan histeria. Setelah bosan ke dokter karena tak ada perubahan, dia berobat ke dukun (‘balian’, kata orang Bali). Kata si-dukun, sakitnya disebabkan oleh karena bangunan rumahnya ada yang salah (ini terkait dengan kepercayaan orang Bali). Beberapa bangunan yang salah itu pun dibongkar disertai dengan ‘upakara’. Entahlah, saya tak tahu tentang segala upakara. Namun hal hasil, sakitnya tetap, bahkan bertambah parah.

Dalam kecemasan dan keputusasaan, keluarga ini mendengar berita, bahwa ada seorang dukun yang lainnya, yang mumpuni mengobati penyakit sesak dan histeria itu. Kata sang dukun bahwa dia kena alat (‘serana’), sejenis santet barangkali. Untuk melakukan pembersihan ‘serana’ ini, dia harus menyediakan dana Rp.1.100.000,- Setelah dilakukan pembersihan, katanya sakitnya mulai berkurang, namun setelah dua-tiga hari sakitnya kambuh lagi. Maka dibawalah lagi ke rumah sang dukun, dan katanya bahwa ‘serana’ masih tersisa sedikit lagi. Untuk pembersihan yang kedua dan yang terakhir, dibutuhkan dana Rp 500.000,00 lagi, pasti akan sudah bersih. Pembersihan yang kedua pun dilakukan. Mungkin proses pembersihan ini perlu waktu. Setelah beberapa hari kemudian istrinya betul-betul bersih dari ‘serana’ itu.

Pada subuh berikutnya Bapak Kelian Banjar (ketua kampung) memukul kentungan 3 kali, ini pertanda ada orang meninggal dunia. Istrinya telah bersih dari ‘serana’ (meninggal) dan selanjutnya diperabukan (di-aben).

Kisah yang menimpa si-istri yang malang ini bukanlah hal aneh. Jika orang mengetahui kondisi yang sebenarnya tentu tak’an bingung. Dia memang mempunyai riwayat sesak sejak masih anak-anak. Seiring dengan pertumbuhannya menuju dewasa sakitnya seolah-olah akan sudah sembuh. Ini karena daya tumbuh yang ada dalam diri setiap orang, sakitnya tertutupi manakala tenaganya menjadi besar, namun sesungguhnya sakitnya bagaikan bara di dalam sekam, sewaktu-waktu akan membara.

Ketika dia menikah dalam umur 23 tahun, usia di mana seharusnya orang lagi sehat-sehatnya, namun baginya justru sebaliknya. Setelah setahun menikah dia belum juga dikaruniai anak, hal ini membuat dia tertekan. Bukan hanya itu deritanya, dia juga tak pernah mengalami kepuasan hubungan suami – istri karena sang suami berpangkat peltu, yaitu bagaikan ayam hanya dalam hitungan detik (belum sekolah sudah tamat). Belum lagi omongan mertua, ipar-iparnya yang menganggap dia wanita mandul.

Seorang yang memiliki riwayat sesak/asma, jika mendapat tekanan mental, sakitnya akan kambuh. Demikianlah sekam sakitnya dari hari ke hari mendapat tiupan angin, sehingga baranya semakin besar. Dia akan mengalami histeria, bila sesaknya sampai pada limit tertinggi. Wujud dari histerianya sesuai dengan beban pengaruh yang diterima. Hal ini merupakan pertanda piringan sentral energinya (batin) telah tergores atau terluka. Kalau sakit sudah sampai pada stadium ini kemungkinan tertolong sangatlah sedikit.

Jika kita amati kejadian di atas, dan jika kita peduli dengan hidup ini, semestinya kita akan tergugah untuk mempertanyakan, melakukan penyelidikan, bukanlah mempercayai! Dapatkah anda melihat kepercayaan dengan ritualnya itu hanya akan menuntun kita pada ketakutan, kebingungan dan kegelapan dari kebodohan??? Janganlah cepat menjawab atau berkomentar apapun. Amati dengan jujur! Jika anda jernih anda pun melihat.

Kategori:Keheningan, Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: