Beranda > Keheningan > APAKAH TUJUAN HIDUP?

APAKAH TUJUAN HIDUP?

Kita tak’an segera dapat menjawab, bila ada yang bertanya, apakah tujuan hidup Anda? Barangkali pada umumnya orang tak pernah memikirkan hal ini, dan untuk apa juga dipikir. Tanpa memberi jawaban pun; dari apa tindakan hidupnya, itulah yang menjadi tujuan hidup mereka. Namun, dari kegelisahan hidupnya, mereka kadang mulai bertanya-tanya, “untuk apa aku hidup?” Dari sini mereka mencari jawaban dan mungkin mulai menemukan; apakah lewat buku-buku, ceramah-ceramah atau lewat TV, dan sebagainya, bahwa hidup ini punya tujuan. Barangkali Andapun sudah tahu apa tujuan hidup Anda?

Di kampung kami, setiap ada upacara tentu ada acara makan-makan. Agar pesta ini menjadi waow, mestilah ada arak atau tuak. Hampir semua orang sangat menikmati hal ini. Sambil makan dan minum mereka saling menyemangati dengan berkomentar, “ayoo, kapan lagi, mumpung masih hidup, ayo tambah lagi!” Demikianlah kebanyakan orang, mencari kenikmatan sebagai tujuan hidup mereka. Motifnya boleh jadi berbeda namun pada akhirnya kenikmatan jua yang didambakan. Mungkin kita adalah salah satu dari mereka.

Bagi segelintir orang yang telah banyak membaca, mendengar kotbah dan yang sejenisnya, mereka mungkin terobsesi oleh apa yang dikatakan; maka mereka memiliki tujuan hidup yang digolongkan sebagai hal yang lebih luhur. Tujuan hidup mereka adalah agar memperoleh sorga, mencapai nirwana, mencapai pencerahan jiwa, mencapai kebebasan (mokhsatam), dan sebagainya yang dianggap punya nilai lebih luhur.

Maka, adalah sebagian besar orang yang mengejar kenikmatan sebagai tujuan hidup dan segelintir orang berjuang untuk meraih sorga, pencerahan, kebebasan dan yang sejenisnya yang dianggap luhur sebagai tujuan hidup mereka. Dimanakah Anda diantara yang ada ini? Pernahkah Anda menyimak, mempertanyakan? Sehingga untuk ini Anda harus memberi dengan maksimal; segenap hati, seluruh pikiran, dan kemauan Anda untuk menyimak. Ini adalah belajar dengan intensitas yang besar.

Bila Anda sering bertemu dengan berbagai lapisan manusia, Anda barangkali dapat melihat apa yang ada didalam benak mereka. “Ngapain duduk bermeditasi seperti itu? Ini adalah pemalas yang menyia-nyiakan hidupnya!” ini adalah pandangan mereka yang rajin mencari uang agar dapat membeli lebih banyak kenikmatan. “Untuk apa mereka menjerat diri dalam kesenangan yang adalah dukha? Betul-betul mereka telah membenamkan diri dalam kegelapan!” ini adalah pandangan mereka yang menjadikan kebebasan, pencerahan, atau sorga sebagai tujuan hidup.

Dimanapun Anda berada, tiadalah bedanya. Selama ada tujuan hidup yang mesti dicapai; apakah itu kenikmatan, kebebasan, sorga, disitu pasti ada keinginan, hasrat, bukan? Adakah yang salah, bila kita menginginkan sorga, kenikmatan dan selainnya? Janganlah cepat menjawab ataupun menyimpulkan. Bila ada hasrat maka pikiran ada disitu. Bila batin dipenuhi pikiran, disitu tak’an pernah ada keheningan. Ini adalah realita. Saya tak meminta Anda untuk mengerti atau mengesampingkan. Saya tak mengatakan bahwa memiliki keinginan itu adalah tidak benar? Masing-masing orang mestilah menyimak bagi dirinya; belajar dengan cermat, bukan mempercayai; termasuk jangan percaya pada tulisan ini. Bila Anda percaya, Anda berhenti menyimak dan Anda tak’an menemukan.

Anda akan penasaran dan menuntut, terus “APA TUJUAN HIDUP ini?” Apabila Anda sampai pada keheningan, Anda pun melihat dengan jernih. Dan pertanyaan itu otomatis terjawab!

Kategori:Keheningan
  1. 29 Oktober 2009 pukul 3:17 am

    Jika pikiran sudah tdk berceloteh apa jawabannya akan muncul dngan sendirinya? Alamat d facebook apa pak?

    • 31 Oktober 2009 pukul 4:49 am

      Pak Hasana,

      Profil Bapak Wayan Windra di FB bisa ditemukan dengan search email: wayan[dot]windra[at]gmail.com atau dengan mencari profil ID: 100000117084039

      Salam,
      Cahya.

  2. 29 Oktober 2009 pukul 10:23 am

    Ya, sepertinya demikian Pak. Namun dari kebanyakan orang masalahnya adalah untuk betul-betul hening. Hening disini bukan karena usaha kita mengendalikan, berkonsentrasi atau memaksa pikiran agar tak berceloteh; namun adalah hening dari hasil pemahaman bahwa batin yang terkondisi oleh segala macam pikiran itu akan selalu membuat masalah dalam hidup ini. Bila orang sungguh memahami pikirannya disitu akan ada keheningan. Ini akan memberinya persepsi yang jelas, jernih.
    (maaf saya tak tahu apa alamat FBnya, krn itu dibuatkan oleh anak saya).

  3. 22 Juli 2013 pukul 6:45 pm

    I’m truly enjoying the design and layout of your blog. It’s a very easy on
    the eyes which makes it much more pleasant for me to come here and visit more often.
    Did you hire out a designer to create your theme?
    Outstanding work!

  4. windra
    29 Juli 2013 pukul 8:39 pm

    I think this layout simple, made by my youngest sister.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: