Beranda > Keheningan > BEL HANTU

BEL HANTU

Belakangan ini, bagaikan jamur yang tumbuh dimusim penghujan; kelompok-kelompok meditasi atau yang sejenisnya berkembang dimana-mana. Secara umum sifat manusia cendrung ikut trend. Di sekolah, anak-anak sangat gampang terpengaruh suatu trend. Dari model sisiran rambut, model celana atau rok yang melorot, sampai sepatu dan kaos kaki dan yang lain-lainnya.

Demikian juga dalam kehidupan umum, sedapat mungkin mereka berusaha agar dapat ikut trend, karena tak mau dicap kuno, ketinggalan jaman. Inilah sifat umumnya manusia. Dan akhir-akhir ini banyak orang tertarik kepada hal-hal yang bersifat klenik, isoterik, magis dan sejenisnya dengan harapan bisa memiliki ilmu-ilmu sejenis kanuragan, tenaga dalam, klenik dan lain-lain sejenisnya. Disamping harapan mereka untuk memperoleh kekuatan, juga mereka berharap mendapat perlindungan dari Guru atau Ketua Pembimbing kelompoknya; yang mereka yakini memiliki kekuatan tertentu, sejenis supra-natural. Trend ikut dalam kelompok-kelompok ini sangat digandrungi; seperti kelompok meditasi, tirtayatra, yoga-kundalini, yoga-semadhi, ‘kanda-pat’, ‘bayu-maruti’ retret, dan lain sebagainya.

Pak Polos juga mengikuti salah satu kelompok. Pada saat pertama masuk perguruan, seperti para peserta yang lainnya diapun di-inisiasi. Setelah ikut berlajar hampir setahun, dia telah sampai pada level tertentu, dan menurut sang Guru “Dewa Ajii”, katanya dia telah memiliki suatu kelebihan tertentu. Namun dari pengakuannya, dia sama sekali tak merasakan kelebihan apapun. Tetapi karena PERCAYA pada sang Guru diapun merasa mantap…. ya merasa diri hebat… laah!

Pak Polos adalah seorang pengusaha restaurant. Dia memiliki beberapa restaurant di tempat-tempat yang strategis, sehingga pengunjungnya antre, dan uangnya pun berlimpah tak terelakan. Laris-manis dagangannya barangkali juga karena ‘jampi-jampi’ dari Sang Guru Dewa Ajii. Pada suatu malam sekitar jam 23.30an, ketika penghuni mulai tertidur, tiba-tiba terdengar bel pesanan dari meja tamu di restaurantnya berbunyi. Tentu saja hal ini membuat Pak Polos dan seluruh penghuni rumah restaurant itu terkejut dan merasa serem. Karena mereka tahu, tak ada seorang pun tamu lagi disana. Namun demikian Pak Polos berbesar hati, karena dia bukanlah anak mentah kemarin-sore. Dia telah berguru dengan seorang Guru Sakti yang terkenal. Apalagi sang Guru telah mengatakan bahwa dia kini sudah BERISI. Maka itu dia memberanikan diri mengintip dari ruang yang bersebelahan, …….dan, jangankan manusia… seekor nyamuk pun tak ada disana. Teeett…tieett… bel berbunyi lagi, bulu kuduk Pak Polos merinding dan kakinya gemetar. Suasana bertambah serem, seluruh penghuni mengigil ketakutan. Semalaman itu semua penghuni rumah restaurant Pak Polos tak dapat tertidur, karena bel itu berbunyi tak menentu. Menjelang subuh bel itu berhenti, dan karyawan restaurant pun mulai berani melakukan tugasnya.

Keesokan harinya Pak Polos segera bergegas kerumah sang Guru, mepalorkan prihal kejadian tadi malam. Dan sang Guru diam memejam, menewarang untuk melihat dengan mata batinnya. “Ooh… ini tak apa-apa, hanyalah kekuatan negatif yang ingin mengetes Anda”, kata sang Guru. “Karena diri Anda kini telah BERISI, maka di-Tes oleh kekuatan-kekuatan negatif seperti; hantu, jin, LEAK dan yang sejenisnya itu. Tenang saja, siapkan beberapa jenis UPAKARA dan tingkatkan latihan, agar kekuatan supra-natural Anda bertambah besar, dan pasti kekuatan-kekuatan jahat itu kabur”, kata sang Guru meyakinkan.

Sepulang dari rumah sang Guru, Pak Polos langsung menyiapkan apa-apa yang di-instruksikan oleh sang Guru. Dia pun telah mempersiapkan diri, layaknya seorang prajurit yang akan berangkat ke medan perang. Sore itu Restaurant di tutup lebih awal. Waktu berjalan bagaikan siput merayap, setiap detik suasana ketegangan terasa meningkat dalam diri setiap penghuni rumah restaurant itu. Menjelang jam 23.30 Pak Polos telah duduk bersila dengan keyakinan diri, ‘dia pasti menang’, seraya mengucapkan sejenis ‘mantra pemungkas’ untuk menghalau roh-roh atau kekuatan jahat itu.

Para penghuni juga merasa mantap bercampur tegang. Jarum jam bergerak terus… 23.35…terus 23.40… tak ada tanda-tanda apapun. Pak Polos semakin yakin dan besar hatinya. Para penghuni yang lain, pembantu dan karyawan yang tinggal didalam, semakin kagum dan tunduk akan kemampuan Pak Polos (siBoos) yang hampir dapat menundukan kekuatan jahat itu. Karena sudah hampir jam 24.00… tepatnya jam 23.56….. Tieet… teieet, bel berbunyi; tangan Pak Polos yang menggenggam seikat besar dupa yang mengepulkan asap bergetar dan bergoyang-goyang. Para penghuni saling berhimpitan dengan rasa serem disetiap bulu-bulu ditubuhnya. Dan… teit…tieeet…tieeeeeeeeet… Kini bukan hanya tangan Pak Polos yang bergetar namun seluruh tubuhnya yang masih duduk bersila itu ikut bergoyang-goyang menggigil. Barangkali Pak Polos sedang bergulat dengan roh-roh, kekuatan negatif atau hantu yang membunyikan bel itu.

Dan….teit…teit….teit..teeeeeeeeeeeeet..teet… Karena rasa takut yang sangat mencekam Pak Polos terkencing-kencing dan roboh terguling dengan celana basah. Para penghuni yang lainnya semua berimpitan dengan kaki lemas dan akhirnya semua terduduk menggigil. Seperti juga tadi malamnya, menjelang subuh barulah bel hantu berhenti.

Pak Polos jatuh sakit, karena energinya terkuras selama dua malam tak dapat tidur, juga karena rasa takut yang menghimpit hatinya. Namun demikian restaurantnya tetap buka karena dia tak mau kehilangan pelanggan. Malam-malam berikutnya bel hantu itu selalu berbunyi, tak tentu memang, kadang jam 23.00 sudah berbunyi, kadang lewat jam 24.00 baru berbunyi. Namun menjelang subuh pasti berhenti.

Seorang pembantunya yang cerdik, berpikir…..”ah, itu pasti ada kabel yang terbuka dan korsleting!” Setelah dicek… eh…bener, ada kabel yang digigit tikus, setelah diperbaiki bel hantu itupun tamat! Inilah….dia; bagaimana mungkin ada keheningan, bila otak kita penuh dengan keinginan dan terjerat dalam kepercayaan; ingin jadi meditator, ingin memiliki kekuatan supra-natural, ingin sakti-mandraguna, ingin selalu sehat-selamat-sentosa, ingin mendapat berkah sorga dan sebaginya sebagainya. Dan malahan otak kita jadi tak berfungsi bila terkondisi dengan segala macam kepercayaan. Percaya hantu, percaya dewa, percaya ritual, percaya Guru, percaya Dukun Dewa Aji!!!

Kategori:Keheningan
  1. 20 Maret 2015 pukul 8:25 pm

    You actually make it appear so easy together with your presentation but I find
    this matter to be really something which I think I’d
    by no means understand. It kind of feels too complicated and extremely extensive
    for me. I am looking forward on your subsequent post, I will attempt to get
    the cling of it!

    • 24 Maret 2015 pukul 6:05 am

      All depends on the conditions of the mind. If the condition of mind simple, then everything feels light.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: