Beranda > Keheningan > SANG KAFIRRR

SANG KAFIRRR

Tuduhan bahwa siPHT (Praktisi HealingTouch) adalah seorang kafir yang melebihi komunis, sama sekali tak membuat siPHT marah apalagi benci, hanya dia merasa penasaran. Bagaimana bisa ada orang dapat menilai dirinya tanpa pernah bertemu atau mengenalnya. Barangkali rasa penasaran siPHT bergerak kedalam dan menyentuh inti keheningan dalam dirinya, sehingga dia dapat melihat dan membuat pernyataan tentang realita dari diri orang yang menuduhnya kafir. (artcl. APAKAH ITU)

Apapun itu tak perlu kita persoalan; namun realita ini barangkali dapat dijadikan serana belajar yaitu mempertanyakan kedalam diri, bagi diri kita masing-masing. Tahun-tahun 1990an siPHT banyak menyembuhkan orang-orang dari berbagai penyakit, tanpa imbalan yang berarti. Ini membuktikan siPHT tak terikat oleh pamrih. Bukan hanya itu siPHT adalah seorang kafir yang melebihi seorang komunis. Dia sudah tak memiliki kepercayaan apapun, sehingga dia tak ada dewa, tuhan, allah, apapun yang melindunginya. Sehingga dalam batin si PHT ada kebebasan dari pencarian dan rasa takut. Dia hidup hanyalah hidup.

Sementara kita adalah orang-orang yang beriman, yang berketuhanan; apakah yang telah kita lakukan bagi diri kita? Ketika kita membenci orang-orang PKI, dan melakukan pembunuhan besar-besaran periode 1965; apakah arti tindakan ini? Adakah keimanan kita mendidik kita untuk menjadi pembunuh yang kejam? Pernahkah kita mempertanyakan tindakkan ini dan apa jawaban kita? Dan sampai saat inipun, jika kita mau jujur; tidakah para koruptor itu telah membunuh rakyat secara perlahan. Dan para koruptor itu adalah manusia-manusia beriman bukan?

Hal ini adalah fakta, barangkali kita dapat belajar dari sini yaitu mempertanyakan. Bukankah semestinya diri kita yang beriman ini lebih manusiawi jika dibandingkan dengan siPHT atau orang-orang PKI itu? Dapatkah kita dengan jujur melihat kedalam diri masing-masing? Bila kita sungguh jujur, kitapun akan melihat senyatanya diri kita. Bila aku brengsek, kejam, serakah, maka itulah diriku. Bila aku sungguh melihat, menyadari sedalam-dalamnya segala akibat yang ditimbulkan oleh kebrengsekan, kekejaman dan keserakahan diriKU, disitu mestilah ada keinsyafan.

Di Negeri tercinta ini katanya kita adalah manusia-manusia beriman. Bila keimanan kita tidak menjadikan kita bersikap jujur; sungguhkah kita beriman? Lihatlah kasus demi kasus di Negeri ini yang tak pernah terselesaikan. Kasus Buaya dan Cecak sudah berbulan-bulan, sampai kita bosan mendengar itu lagi, itu lagi, kasus century; dan kasus-kasus sebelumnya yang tak terhitung banyaknya. Apa ini artinya? Bukankah karena tidak adanya kejujuran? Dengan demikian adakah diri kita beriman? Ataukah keimanan kita hanyalah kedok untuk menutupi segala kebobrokan moral kita?

Aku bertanya-tanya dalam hati; siPHT yang dituduh sebagai orang yang paling kafir dan tak beriman; bertindak sangat manusiawi. Dia menolong hanyalah membantu. Dia barangkali telah sampai pada kebebasan batin. Dalam dirinya tak ada kebencian, kepentingan dan keserakahan apapun. Sementara banyak manusia yang mengaku beriman tindakkannya tidak manusiawi. Sekelompok fundamentalis berteriak dalam iman, siap menjadi pembantai-penbantai yang kejam. Dan memupuk terus kebencian dalam diri mereka terhadap yang lainnya. Yang lainnya itu adalah manusia mahluk ciptaan Tuhan. Sungguh eronis bukan? Demikian juga halnya para koruptor yang beriman ini, dengan kejam membunuh rakyat sedikit demi sekidit.

Dengan melihat kontras ini, barangkali kita dapat menghayati nilai kebenaran yang murni yang bebas dari konsep keimanan, kafir, dualitas!

Kategori:Keheningan
  1. 11 November 2009 pukul 1:59 pm

    nice article ^^

    just look inside then we’ll find the answer🙂

    salam sukses bli……..🙂

    http://cyberdharma.net

    • wayanwindra
      11 November 2009 pukul 2:30 pm

      “just look inside, we’ll find the answer” It’s so simple, really Putu Jegeg?
      If we are really found the answer, the life will be full of sincerity, free from dislike, cruelty and greed.

      Salam sukses juga Putu, thanks for ur comment.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: