Beranda > Keheningan > SANG MILLYADER

SANG MILLYADER

Ini adalah cerita siPHT (Praktisi HealingTouch) yang banyak ketemu orang-orang kaya-raya (millyader). Salah satu dari mereka datang mengkonsultasikan kesehatannya. Setelah dicek dan dites Sang Millyader ada gangguan lever. Ini dikenali dari simpul otot dan saraf pada pectoralis major-clavicular, pectoralis major-sternal dan rhomboids pada sang millyader yang mengalami degradasi. SiPHT menganjurkan pada sang millyader agar menjaga pola makan; “jangan mengkonsumsi alkohol atau strong baverages yang lainnya, dan juga hindari mengkonsumsi gorengan maupun makanan berlemak khususnya lemak hewani.” Namun sang millyader, barangkali tak begitu saja percaya pada siPHT yang hanyalah seorang tukang pijat dimatanya. Disamping itu sang millyader juga tak merasakan ada gangguan yang berarti dalam kesehatannya. Maka diapun tak pernah datang lagi untuk melakukan terapi yang disarankan oleh siPHT.

Tiga bulan berlalu sang millyader mengadakan upacara besar dirumahnya yang baru selesai. Upacara ini menyita waktu bulanan dan menghabiskan anggaran millyaran. Uang bukanlah masalah baginya. Salah satu accountnya mendapat interest (bunga) 400jt/bulan. Berapa dana yang tersimpan? Dan berapa income dia dari empat account pada Bank yang berbeda; belum keuntungan perusahaannya? Anda tak usah menghitungnya!!

Tidak banyak orang yang mempunyai peruntungan seperti sang millyader ini, yaitu tersandung rejeki. Kenapa kita sebut dia tersandung rejeki? Kekayaannya bukanlah karena warisan dari orang tua, namun untuk memperolehnya juga tanpa susah payah. Hanya dalam kurun waktu dua belasan tahun dia sudah sedemikian kayanya. Umurnya relatif muda, baru 45 tahunan. Demikianlah rejeki ini membuat dia cukup bingung, bagaimana mesti dia menggunakan atau menghabiskannya.

Mulailah dia terjerat dengan segala kenikmatan hidup. Pola hidup ini akhirnya membawa kekacauan dalam hubungan suami-istri meluas pada keluarga (anak-anak). Setiap suami-istri ini bertengkar mereka akan mencari pelarian dengan minum-minum. Baik si-istri maupun sang suami masing-masing mencari bentuk pelariannya; bukan hanya sekedar minum alkohol namun yang lebih, seperti ecstasi, morfin dan sejenisnya yang dapat membuatnya lupa pada segala masalah yang menekan dirinya. Kebiasaan hidup seperti ini membawa dia pada hepatitis atau hepatoma.

Setelah upacara besar selesai, yang dipercaya dan diharapkan akan membawa berkah dan keselamatan; justru sang millyader jatuh sakit. Maka pergilah dia ke Singapore untuk berobat. Karena pada umumnya dikalangan orang-orang kaya ini, pandangan berobat ke Singapore atau keluar negeri yang lainnya, lebih bermutu dan terjamin dibanding pengobatan didalam negeri.

Setelah sebulan lebih di Singapore seorang kerabat siPHT, yang menjadi tangan kanan sang millyader menghubungi si PHT lewat telpon dari Jakarta. Karena apa yang dikatakan siPHT lima bulan yang lalu menjadi kenyataan, padahal saat itu para dokter ahli pun tak tahu tentang hal ini yaitu sang millyader ada gangguan lever. Kerabat siPHT memohon agar siPHT dapat membantu menyelamatkan nyawa sang millyader. Namun langsung pada saat itu siPHT melihat gelembung buih-buih berwarna ungu pucat, mengecil dan mengecil pada bidang yang terjal, dan siPHT mengatakan, “tak ada harapan.”

Sebagai orang-orang yang memiliki kepercayaan, sebagai usaha alternatif, keluarga sang millyader pun pergi kepada orang-orang pinter mohon petunjuk. Dan segala macam persembahan kepada semua dewa-dewa pun dilakukan. Seandainya pada saat seperti itu, keselamatan sang millyader dapat ditebus dengan uang, mungkin seluruh kekayaannya akan diberikan. Karena seluruh keluarga besar sang millyader sangat mencinta dan menyayanginya. Namun rejeki tak dapat ditolak, malang tak dapat diminta; tiga hari setelah pernyataan siPHT, sang millyader pun wafat !

Hati-hatilah bila Anda tersandung rejeki! Karena Anda bisa menjadi pemuja sekaligus budak dari rejeki itu….?

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: