Beranda > Keheningan > REVOLUSI BATIN

REVOLUSI BATIN

Bahwa Singapore adalah Negara ketiga paling tertib didunia; bagaimana dengan Indonesia? Kita bisa saja mencari-cari alasan, kenapa Singapore bisa tertib sementara kita tidak setertib Singapore. Namun ini bukanlah sikap yang dewasa dengan mencari-cari kambing hitam, bukan? Kira-kira kenapa Singapore bisa tertib?

Hal ini bisa karena kemungkinan setiap individu, setiap warga Negara Singapore memiliki kesadaran lebih dibanding dengan warga kita. Yaitu kesadaran untuk melihat bahwa betapa pentingnya hidup tertib; karena ketertiban ini akan menciptakan suasana kehidupan yang damai, yang indah, yang toleran.

Hanya apabila dengan adanya ketertiban, barulah kemungkinan Bangsa ini akan dapat melangkah lebih baik. Dan hal ini dapat terwujud apabila masing-masing dari kita sungguh menyadari pentingnya tertib dalam segala hal. Seperti tertib hukum, tertib lalu-lintas, tertib budaya, tertib pejalan kaki, tertib berjualan, tertib pedagang kaki-lima dan banyak lagi tertib-tertib yang lainnya. Dari semua tertib ini adalah TERTIB MORAL yang paling utama. Karena semua ketidak-tertiban yang terjadi dalam kehidupan ini bersumber dari tidak TERTIBnya MORAL.

Dalam kehidupan berNegara, alangkah baiknya bila para penyelenggara Negara ini, menjadi pelopor, memberi contoh TERTIB MORAL ini. Ada pepatah mengatakan, “kemanapun kepala bergerak, kesanalah ekor mengikuti”. Jadi semestinya para petinggi Bangsa ini menyadari sedalam-dalamnya akan hal ini. Karena tertibnya sebuah bangsa, suatu masyarakat, berawal dari tertibnya moral para pemimpinnya.

Apakah itu TERTIB MORAL? Pernahkah kita mempertanyakan hal ini kepada diri kita masing-masing? TERTIB MORAL ini tak dapat Anda pelajari dari sebuah konsep, dari petunjuk buku maupun dari tulisan ini. TERTIB MORAL itu akan mengejewantah bila kita memahami apa itu KETIDAK-TERTIBAN dalam diri kita masing-masing. Untuk sampai pada tertib moral mestilah ada landasan yang kuat yaitu KEJUJURAN. Hanya dengan kejujuranlah kita akan berani melihat dan merubah segala ketidak-tertiban dalam diri kita.

Lihatlah kedalam diri! Batin kita penuh terkondisi dengan segala macam hal. Keterkondisian ini adalah KETIDAK-TERTIBAN. Batin yang tidak tertib akan menghasilkan tindakkan yang tidak tertib pula. Ambil contoh kecil; bila aku seorang perokok, ketika tidak ada rokok, tindakanku akan menjadi kacau. Ini salah, itu salah dan tindakkan ini akan berdampak luas disekitar diriku; kepada istriku, anak-anakku dan keluarga yang lainnya. Bila AKU adalah seorang petinggi Bangsa yang terbiasa korupsi, maka AKU akan selalu mencari-cari celah untuk dapat korupsi. TindakkanKu ini tentu berdampak luas dalam kehidupan berNegara ini bukan? Lihatlah, berjuta-juta rakyat jelata hidupnya semakin jelata. Dan AKU sebagai petinggi Negara hidup bergelimang kemewahan diatas penderitaan rakyat.

Kemarin aku mencari passport dan batal, karena ada beberapa persyaratan administrasi yang salah. Teman ngobrolku yang sama-sama nunggu giliran dipanggil, berbisik, “ini adalah salah satu departemen yang paling kotor, diantara departemen yang lainnya!” “Bila ingin cepat selesai bisa pakai jasa orang dalam, biayanya 700ribu”, bisiknya lagi kepadaku. Aku hanya bisa mengangguk-angguk, dalam hati aku, “waow, gila uang jasanya 650ribu, dari biaya formal 50ribu untuk passport 24 halaman.

Inilah tindakkan hidup kita, yang bersumber dari TIDAK TERTIBNYA MORAL kita. Para petinggi Bangsa ini terus berteriak “berantas korupsi”, namun nyatanya korupsi terus meraja lela. Malah ada tanda-tanda sepertinya “maling teriak maling”. Kasus Bank Century, kasus Buaya dan Cecak tak kunjung tuntas; ini tandanya apa? Gejala apa ini? Apakah ini pertanda peradaban manusia sudah terlalu tua? Dan sudah saatnya siklus alam semesta mengalami kehancuran?

Apapun itu, nasib Bangsa ini, nasib Dunia ini berada ditangan kita umat manusia. Apabila kita sungguh menyadari hal ini, artinya kita melihat senyatanya bahwa segala masalah, segala kerusakan yang terjadi, pemanasan global, segala kekacauan, peperangan, permusuhan, kebencian, dan lain sebagainya; semua ini berawal dari KESERAKAHAN diri kita masing-masing, KHUSUSnya KESERAKAHAN dari para PETINGGI BANGSA ini yang menjadi panutan rakyatnya.

Aku sungguh tak habis pikir, bagaimana para petinggi Bangsa yang beriman ini sama sekali tak memiliki tanggung jawab moral. Inilah hal yang mesti sungguh sangat di-insyafi, disadari, jikalau tidak Bangsa ini, Dunia ini tinggal menunggu kehancurannya, karena ulah dari KESERAKAHAN kita manusia. Dan masing-masing dari kita mestilah bertanggung jawab, karena bagaimanapun juga kita adalah bagian yang tak terpisahkan dari Dunia ini.

Pemanasan Global terjadi karena banyaknya hutan-hutan ditebangi, ini karena keserakahan manusia. Korupsi terus meraja-lela yang menimbulkan kemiskinan dimana-mana, ini juga karena keserakahan manusia. Dan kita tidak pernah berusaha maksimal untuk menghentikan keserakahan ini. Maka dari itu, tiada jalan lain manusia mestilah sungguh-sungguh sangat menginsyafi hal ini. Apa artinya bila sungguh ada keinsyafan dalam diri kita? Bila kita sungguh INSYAF, maka tindakkan hidup kita akan berubah. Kita berhenti menjadi SERAKAH.

KALIAN mestilah sungguh melihat bahwa KESERAKAHAN kalian akan menghancurkan dunia ini, termasuk diri kalian. Tiada cara lain, setiap orang mesti melakukan REVOLUSI BATIN dalam dirinya. Berhasil dan tidaknya REVOLUSI ini semuanya tergantung dari diri kalian masing-masing. Bila kalian bersungguh hati dengan semangat yang besar REVOLUSI ini akan menang. Mulailah dari diri masing-masing. Bebaskan diri kalian dari KESERAKAHAN. Dengan demikian dalam diri kalian ada TERTIB MORAL dan dari sini tindakkan hidup kalian pastilah juga menjadi tertib.

Aku hanyalah manusia biasa kadang aku bersedih, melihat tingkah laku orang-orang yang telah menghancurkan dirinya. Cobalah kita diam sejenak! Tarik nafas Anda selembut dan sepanjang mungkin; perhatikan, amati….. hidup ini amat sederhana, dalam kesederhanaan ini ada keindahan ada keheningan ada kedamaian ada ketertiban.

Kategori:Keheningan
  1. Bayangan Allah
    8 Juni 2010 pukul 7:45 pm

    Sebenarnya saudara Wayanwindara. Firman Allah’Aku tidak akan sikap sesuatu kaum melainkan kaum itu merubah diri mereka sendiri. Perbuantan kamu yang menentukan kamu”. Sungguh jelas dan nyata dengan kata2 Allah itu. Tiap2 diri masing yang menentukan apakah arah yang harus dilakui untuk menjadi manusia yang baik atau jahil, ian atau kafir, sayang menyayangi atau benci membenci, lokek atau dermawan, suci atau nista, baik akhlak atu buruk akhlak, ada bud pekerti atau tiada langsung, sifat keinsanan atau kesetanan, yang bisa membawa nya ke syurga atau ke neraka. Jika seorang itu tidak mahu juga mensucikan dirinyadan tiada kenal akan diri sebenar diri, maka kehidupannya nya hanya menjadi sisa-sisa kehidupan smapai akhir hayatnya yang kelak menjadi penentuan dari Allah. Maaf saya hanya memberi nasihat, saya ini kosong,yang ada hanya haq Allha semata2.

  2. wayanwindra
    9 Juni 2010 pukul 8:14 am

    Terima kasih saudara Bayangan Allah atas nasihat Anda. Anda yg barangkali telah mendengar firman Allah tentu tahu yang sebenarnya. Selamat…., Anda telah mengetahui yang sebenarnya.

  3. Bayangan Allah
    9 Juni 2010 pukul 6:17 pm

    Allah mencipta alam semesta semata2 kehendak para makhluk nya agar dapat menyembahkan diri, ertinya ujud sifat makhluk itu, agar ia dapat merasa nikmat ciptaan Allah. Jika Allah hanya mencipta yang ghaib maka, di mankah persembahan mereka. Di sini tercipta nya makhluk yg di gelar manusia. Firman: Aku jadikan kamu manusia berbilang bangsa adalah untuk kamu kenal berkenalan dan membuat kebaikan, kasih mengasih antara satu sama lain. Taoi sayang manusia itu tak tahu bersyukur.
    Mudah2an kita sekalian yg di gelar insan agar mempunyai kaish sayang antara satu sama lain, insya’allah negara maju bangsa pun maju.

  4. wayanwindra
    10 Juni 2010 pukul 8:06 am

    Maaf sdr Bayangan, saya tak paham nasihat ini. Para makhluk berkehendak agar diciptakan alam semesta. Jadi Allah mencipta alam semesta ini se-mata2, karena kehendak makhluknya. Nah sebelum alam semesta ini diciptakan, dimana para makhluk ini berada?

  5. Bayahgan Allah
    11 Juni 2010 pukul 8:55 pm

    Sebelum bumi dicipta, terlebih dahulu yg ujud hanya ruh2. Hidup mereka hanya bertasbih kpd Allah berjutaan tahun dunia. Jadi para2 ruh yg juga digelar makhluk Allah pohon kpd penghulu segala ruh yg bernama Nur Muhammad agar Allah perkenankan permintaan mereka agad diadakan jasad agar mereka sekelian bisa mempersembahkan diri yg ujud yg digelar jasad (tubuh manusia). Allah memerintah agar ruh2 itu bersujd sebanyak 5 kali sujud, ya’ani 1 sujud X 100,000 ribu tahun dunia X 5 erti 500,000 tahun dunia. Di sinilah Allah mencipta manusia yg pertama yg bernama Adam sehingga sekarang dan akhir zaman adalah cucu cicit Adam. Adamlah digelar bapak segala manusia. Jadi ruh2 yg terdahulu adalah beriman dan taqwa. Harus selagi hidup, maka sucikan diri hingga benar2 jadi insan yg suci, beriman dan taqwa.

  6. wayanwindra
    12 Juni 2010 pukul 7:20 am

    Terima atas cerita Anda, semoga ini berguna bagi diri Anda.

  7. 26 Mei 2013 pukul 5:49 pm

    semoga korupsi segera bisa diberantas tuntas.

    • 27 Mei 2013 pukul 8:25 am

      Sy kira itulah harapan sebagian besar rakyat indonesia Mas,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: