Beranda > Keheningan > DUARIBU-DUABELAS

DUARIBU-DUABELAS

Hari-hari belakangan ini banyak orang bertanya-tanya kepadaku tentang ramalan tahun 2012 yang akan datang ini. Dari pertanyaan-pertanyaan ini sedikit-banyak terkandung rasa khawatir dan cemas, bila-bila ramalan itu jadi nyata. Bagaimana dengan Anda? Lihatlah kedalam diri Anda! Bila didalam sana ada cemas, ada rasa takut, apakah maknanya itu? Sebagai manusia wajarlah bila kita takut; inilah komentar atau pendapat orang pada umumnya.

Kenapa ada rasa takut dalam diri kita tentang segala hal yang akan terjadi? Pernahkah kita mempertanyakan atau mengamati rasa takut itu? Bila Anda sungguh mempertanyakan, mengamati sedalam-dalamnya, Anda akan sampai pada pemahaman total, maka rasa takut itu habis tanpa sebab dari dalam diri Anda.

Mempertanyakan adalah proses belajar. Didalam belajar orang mesti menyelidik, menyimak sedalam-dalamnya, mengamati, sampai kita melihat, memahami senyatanya; bukan sebatas teori, sebatas konsep, namun secara aktual. Dalam proses belajar seperti ini, orang mesti memberikan seluruh perhatian, kemauan, pikiran, perasaan dan segenap hati nuraninya. Untuk ini dibutuhkan energi yang besar. Namun Anda tak cukup memiliki energi itu, karena Anda telah menghambur-hamburkan dalam berbagai bentuk kepercayaan yang adalah wujud rasa takut Anda yang tersembunyi; dalam segala bentuk kesenangan yang Anda kejar-kejar dan lekati. Inilah kendalanya, kenapa Anda akhirnya tidak pernah bebas dari rasa takut itu.

Marilah kita melangkah dari apa adanya diri kita. Jika Anda membaca artikelku TSUNAMI YANG MASGUL, disitu telah cukup jelas bagaimana rasa takut itu menghuni batin kita. Sarana yang kita miliki hanyalah logika (intelek). Gunakanlah sarana ini! “Pada awal-awal peradaban manusia, intelek manusia sangatlah sederhana. Mereka hidup sederhana apa adanya. Barangkali kehidupan mereka tak’an berbeda jauh dengan mahluk-mahluk yang lainnya seperti monyet, baboon, kijang, srigala, gajah apapun yang lainnya. Kepekaan naluri, intuisi manusia masih sangat baik; karena itu mereka mungkin melewati hidup tanpa rasa takut sama sekali. Namun lambat laun, dari evolusi kahidupan, mulailah manusia merasa takut, manakala ada musibah menimpa diri mereka. Kenapa rasa takut mulai muncul? Kenapa?….amati diri Anda, cari jawabannya dalam diri Anda.

Dapatkah Anda menemukannya?
Rasa takut ini muncul, karena Anda mulai terjerat oleh rasa nikmat yang Anda peroleh dalam kehidupan ini tanpa Anda sadari. Ambil contoh nyata dalam hidup ini; ketika saya beristri seorang wanita cantik, saya merasa puas dan bangga. Rasa puas dan bangga ini memberi saya kenikmatan. Rasa nikmat ini saban hari terpupuk tanpa saya sadari. Setelah sekian tahun berkeluarga, istri saya memberi saya anak-anak yang manis. Inipun memberi kepuasan dan kebanggaan lebih, dan juga sekaligus ditambah bonus sebagai hiburan dan tumpuan harapan saya kelak, dihari tua. Dari sinilah cikal-bakal rasa takut itu, yang sama sekali tak teramati oleh kebanyakan orang.
Pada awal peradaban, barangkali rasa takut ini tidak begitu mencengkram batin manusia. Namun lambat laun rasa takut ini semakin kuat dan kuat, maka dari itu manusia mulai mencari-cari bentuk perlindungan. Dari sini manusia mulai terjerat dalam bentuk-bentuk perlindungan yaitu segala macam kepercayaan. Oleh karena itu KEPERCAYAAN tak lain dan tak bukan adalah wujud terselubung dari rasa takut manusia. Orang yang terbiasa hidup dalam kepercayaan; mau tak mau ketika mendengar berita tentang ramalan, seperti tsunami, gempa atau kiamat 2012, pasti akan ketakutan. Dari tindakkan ketakutan ini mereka saban hari akan pergi sembahyang dan berdoa, memohon kepada langit agar diberikan keselataman. Dengan semakin seringnya mereka berdoa, maka rasa takut mereka semakin terpupuk, sehingga semakin mengkristal dan tersembunyi dibalik doa, dogma dan konsep-konsep.

Pernahkah Anda menyimak hal ini didalam diri Anda? Amatilah, saya hanyalah mengungkap realita, tulisan ini tak’an membantu apapun bagi diri Anda. Tiada tuhan, tiada dewa, tiada jin atau hantu yang dapat menolong diri Anda, hanyalah diri Anda sendiri.

Bukankah selama ini Anda secara rutin, secara terus menerus telah berdoa dan memohon keselamatan kepada tuhan atau kepada apapun yang lainnya, namun adakah Anda telah terbebas dari rasa takut Anda? Bukankah ketika terjadi musibah; musibah itupun terjadilah. Kita mestilah memahami bahwa realita adalah ketidak kekalan. Bila Anda juga membaca artikel SANATANA DHARMA (eternal cosmic law), bila Anda sungguh memahaminya, tiada apapun yang dapat membuat Anda resah, cemas dan gelisah.

Kata seorang teman bahwa kita hanyalah sebutir debu didalam semesta yang tak terukur ini. Apakah yang dapat kita lakukan? Apakah yang dapat kita pahami? Sarana yang kita miliki hanyalah logika (intelek/senjata ‘pasupati’ bagi para ‘arjuna’). Dengan sarana inilah kita mesti bertindak untuk melihat dan memahami sarana itu sendiri. Karena semua permasalah dalam hidup kita bersumber dari sarana ini yaitu pikiran (intelek) yang berada dalam diri kita. Dalam tulisan SANG JALAN dijelaskan bahwa orang mesti menapakan kaki pada sang jalan. Yang dimaksud Sang Jalan adalah siDiri yaitu pikiran kita sendiri. Jadi siDiri (pikiran) mesti menapak pada dirinya, melalui dirinya dan masuk kedalam dirinya sendiri. Ini adalah proses belajar memahami diri sendiri atau siPikiran belajar memahami dirinya sendiri. Apabila Anda sungguh memahami, maka disana ada penghayatan dari seluruh kesia-siaan dan kepedihan yang diciptakan oleh siPikiran.

Dapatkah Anda mengikuti uraian diatas? Hal ini barangkali terasa berat. Aku sendiri tak tahu, apa yang mesti kuperbuat. Banyak orang mengeluh tak dapat memahami Krishnamurti, namun janganlah ini Anda jadikan hiburan untuk mengesampingkan segala rintangan dalam hidup. Anda mesti meraih kebebasan (mokshatam) itu bagi diri Anda sekarang, saat ini, bukan esok, bukan setelah mati. Karena tak ada siapapun yang akan dapat menghadiahkannya bagi Anda, namun Anda mesti bangkit meraihnya; dengan belajar bukan mempercayai! Sekali lagi dengan belajar memahami bukan dengan mempercayai.

Sebuah Truk yang penuh dengan muatan batu, jalannya akan terseok-seok, apalagi pada jalan tanjakan. Manakala muatan batu itu diturunkan, Truk itu menjadi kosong dan ringan. Bila Anda adalah si-sopir, Anda akan merasakan perbedaannya. Ketika Truk itu kosong, sedikit saja Anda menekan gasnya, Truk itu akan lari kencang dan ringan. Demikian juga halnya bila batin Anda bebas dari beban; dia ringan, segar, murni, penuh energi. Dalam batin seperti ini tak ada, apa itu takut mau pun berani. Biarpun ada film 2012 yang 1000X lebih dahsyat dia tak’an terpengaruh apapun; dia selalu jernih, hening dalam ceria.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: