Beranda > Keheningan > TATWAM-ASI

TATWAM-ASI

Ada lagi sebuah konsep atau filosofi dari Agama Hindu yang bersifat hakiki, yaitu TatwamAsi yang bermakna “Aku adalah Engkau”. Motto TatwamAsi ini begitu simpel namun makna filosofisnya sangat luas dan dalam, yang merupakan asas dari peri-kehidupan manusia. Seandainya konsep TatwamAsi ini sungguh dapat dipahami dan dihayati oleh setiap umat manusia, khususnya Umat Hindu, tidak hanya sebatas intelek, sebatas pikiran, sebatas kata-kata; maka, betapa peri-kehidupan bermasyarakat akan penuh kedamaian, keindahan nan mulya; maka semua kebusukan hati manusia akan sirna dari dalam dirinya.

Namun sayang seribu sayang, wacana tentang TatwamAsi ini kelihatannya hanyalah sebatas wacana, sebatas kata-kata. Kita hanyalah merasa diri telah hebat apabila pada saat-saat tertentu kita dapat menyampaikan, menguraikan atau memberi arti tentang apa itu TatwamAsi yaitu AKU adalah ENGKAU. Dapatkah kita menyimak lebih mendalam; bukan semata menjadikan konsep-konsep ini, ataupun konsep-konsep yang lainnya semata hiasan kata-kata dalam berkotbah atau berpidato? Inilah hal mendasar yang mesti diresapi secara mendalam.

Sudah barang-tentu, istilah-istilah yang digunakan, oleh siapapun, dimanapun untuk mengungkap hal-hal yang bersifat hakiki adalah baik; namun tiadalah cukup sebatas wacana. Orang mestilah dapat merealisasikan dalam tindakkan hidupnya. TatwamAsi—AKU adalah ENGKAU; apakah makna dari ungkapan yang simpel ini? Cobalah diam sejenak…….! marilah kita melangkah perlahan untuk menyimak. Bila Aku adalah Engkau atau Engkau adalah Aku? Apa yang terjadi? Maka Aku atau Engkau akan memperlakukan dirimu ataupun diriku sama. Apabila hal ini sungguh kita resapi, selami, hayati sedalam-dalamnya; maka tak terelakan semua kebusukan hati kita berakhir. Namun kita tak pernah sungguh menghayati, sehingga tanpa sadar kita terus berkubang dalam kebusukan, yaitu kebencian, iri, dengki, cemburu, serakah dan sebagainya itu.

Cobalah kita diam lagi sejenak……! Semesta yang tak terpikirkan oleh otak kita yang terbatas ini….., dan terciptalah kehidupan ini, termasuk diri kita yang tak terpisahkan. Amatilah…, ketika pertama kita dilahirkan dari perut bunda semesta, kelahiran kita tiadalah berbeda; kita semua telanjang, terbuka, polos dan kosong, apa adanya. Pada saat ini tiada apapun……, kita hidup hanyalah hidup. Namun kelebihan otak kita untuk berpikir justru merupakan sarana yang menjerat diri kita sendiri pada penderitaan. Amatilah, selami, resapi….! inilah evolusi diri kita. Dapatkah kita melihat keseluruhan ikwal diri kita? Dari kosong…. secara bertahap otak kita merekam, mengisi dirinya dengan file demi file. File-file ini adalah semua ingatan masa lalu kita, dan jadilah kita seperti saat ini, dimana sangDiri (siEgo) yang hanyalah kumpulan dari berkas-berkas ingatan, bercokol sepenuhnya pada diri kita.

Marilah kita diam sejenak lagi….. tarik nafas dalam dan selembut mungkin…… tanyakanlah…! Apakah yang telah diberikan oleh pikiran kita sangDiri selama ini? Tiada banyak, bukan? Secara naluri, intuisi bagaimana kita menyiasati hidup yang lebih baik; disini pikiran sangat dibutuhkan yaitu dengan semua hal yang bersifat tehnik. Namun selebihnya….? amatilah! Tidak-kah ia hanya menjerat kita pada penderitaan dan kesenangan? Semakin kita terjerat; baik oleh kesenangan, kecemasan apapun yang lainnya itu, maka sangDiri (siEgo) semakin eksist, semakin menguat. Hal ini tak pernah kita sadari. Siapakah yang terjerat itu…., dan siapa yang menjeratnya? Yang terjerat itu sudahlah pasti sangDiri terjerat oleh siEgo (dirinya sendiri). Demikianlah evolusi siEgo semakin mengental dan mengeras memisahkan dirinya dari yang lain. Inilah semua cikal-bakal dari sumber penderitaan, kekacauan, kebencian, peperangan, permusuhan dimuka bumi ini, didalam kehidupan kita.

Inilah hal yang betul-betul mesti dipahami, bagi diri kita masing-masing. Bila ini sungguh dipahami, maka siEgo pun berakhir. Maka selanjutnya tindakkan kita akan bebas dari keserakahan. Dan tindakkan kita tak’an lagi demi diriKU, demi keluargaKU, demi agamaKU, demi kelompokKU, dan demi KU-KU-KU yang tak terhitung banyaknya. Dan kita tak’an terelakkan akan hidup dalam kesederhanaan lahir maupun batin. Hanyalah dengan dipahami sedalam-dalamnya sangDiri (siEgo), barulah akan ada suatu keinsyafan…. dan TatwamAsiAku adalah Engkau bukan sekedar wacana, bukan hanya teori, bukan hanya konsep semata. TATwamAsi akan memenuhi seruluh kehidupan; kehidupan Anda dan kita semua; kehidupan seluruh semesta-alam.

https://wayanwindra.wordpress.com/2009/12/21/persaudaraan-universal/

Kategori:Keheningan
  1. 15 Desember 2009 pukul 2:43 pm

    Salam kenal terima kasih infonya sangat menarik, oh iya di dalam ASI itu ada molekul ajaib / pintar pengalaman sistem imun ibu yang dapat di transfer dan merupakan karunia Tuhan yang dapat di buktikan oleh sains tahun 1949 oleh dr. Sherwood Lawrence di beri nama ” Transfer Factor” – solusi bagi masalah kesehatan anak anda di masa depan.

    info lanjut http://4lifes.wordpress.com/

    thanks
    ryankenny

    • wayanwindra
      15 Desember 2009 pukul 3:07 pm

      Salam kenal juga kawan; kita hanya berbagi. Penelitian dibidang saint sangatlah penting; disinilah fungsi otak/pikiran untuk menemukan hal2 yang berfaedah, agar manusia bisa hidup lebih baik, sehat lahir dan batin.

  2. lita
    3 Maret 2010 pukul 2:41 pm

    salam kenal n trims atas info yang menarik sekali…..
    saya suka dengan tulisan anda..memberikan inspirasi kepada saya..

  3. 13 Maret 2010 pukul 11:24 pm

    Terima kasih appresiasi anda Sdri Lita, syukur Anda memperoleh inspirasi, kita hanyalah berbagi, maaf saya terlambat menyalami Anda. Salam persabatan!

  4. agus
    8 Oktober 2011 pukul 10:58 am

    yan, kalau bisa menjelaskan tatwan asi, jangan ujug-ujud ke emosi kau adalah aku dan aku adalah kau, ini kan tataran filosofis minimal asal muasal diterangkan dulu
    sukme

  5. agus
    8 Oktober 2011 pukul 11:02 am

    yan kalau bisa, artikel yang yan buatkan masuk dalam ranah filosofis dan implikasi penerapan dari THK, nah semestinya sebelum berbicara tatwam asi bagaimana bisa muncul tatwam asi dan diisi beserta literatur yang yan baca sukme

    • windra
      10 Oktober 2011 pukul 11:41 am

      Sdr.Agus…, saya bukanlah seorang yg mampu untuk menulis, apa-pun….; ini hanya sekedar iseng…., apa yg terlintas sy tuangkan. Saya tdk mempunyai sumber2 dari luar diri, krn itu maafkan sy…, tentu ini tdk memuaskan. Terima-kasih masukan anda…. salam,

  1. 23 April 2011 pukul 12:19 pm
  2. 18 Februari 2014 pukul 10:36 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: