Beranda > Keheningan > TINGKATAN KEHENINGAN

TINGKATAN KEHENINGAN

Landasan untuk adanya keheningan adalah welas-asih dan kesederhanaan batin. Aku jadi teringat pada sangKafir siPHT (Praktisi HealingTouch), ketika dia berusia sekitar tiga tahunan. Dia mestilah dibawa oleh ibunya; apakah pergi ke kebun untuk mencari makanan babi, atau ke ladang mencari kayu bakar, atau ke sawah mencari sayur-mayur. Kenapa sangKafir selalu dibawa-bawa, karena kalau tidak, dia akan membagi-bagikan kepada teman-temannya semua makanan yang ada dirumah sampai habis, dan si Ibu atau sang Nenek pasti akan memarahinya. SangKafir sejak kecil sudah memiliki rasa welas-asih itu, tanpa pertimbangan ini dan itu, dia hanyalah berbuat demikian tanpa ada motif apapun. Sampai dewasa sifat ini masih dominan dalam dirinya.

Suatu hari seorang teman (bawahan) ditempat dia bekerja membutuhkan dana. Istrinya sedang sekarat dirumah sakit. Dia mengajukan pinjaman ke Kantor lewat siPHT, namun ditolak, dengan alasan karena hutangnya yang lalu belum lunas. Hari itu adalah hari gajian, sangKafir langsung menyerahkan seluruh amplop gajiannya kepada Bang Suman temannya yang istrinya sedang sekarat. Walaupun orang tahu siPHT adalah sangKafir yang melebihi komunis, namun pada saat itu bagi Bang Suman dia melebihi Allah sendiri, karena pertolongan siPHT telah menyelamatkan nyawa istrinya dari elmaut.

Inilah barangkali merupakan salah satu landasan kuat bagaimana siPHT sangKafir itu dapat membantu menyembuhkan orang-orang dari sakit. Dan bagaimana siPHT mengalami hal-hal yang irrational yang awalnya membuat dia bingung. Tingkat-tingkat keheningan disini berbeda-beda kwalitasnya. Ini dapat dilihat pada artikel LUBANG JARUM KEHENINGAN, DIMENSI DILUAR PIKIRAN, APAKAH ITU, LAHIR KEMBALI. Dan banyak lagi hal-hal irational yang tak mungkin diceritrakan. Dalam artikel LUBANG JARUM KEHENINGAN siPHT sepenuhnya sadar, namun kepekaan dari kemurnian dirinya meledak, sehingga dia mampu melihat seluruh ruang disekitar seketika. Sementara dalam artikel DIMENSI DILUAR PIKIRAN siPHT melompat dari kekosongan, sehingga ruang disekitar dirinya menghilang. Dia melihat, mendengar, mencium atau pun merasakan BUKAN lagi dengan mata, telinga, hidung. Disini ada tingkatan rasa dari keheningan yang berbeda, yang lebih tinggi; jika dapat dikatakan demikian. Karena rasa hening, damai penuh suka-cita disini tak dapat dilukisan dengan kata-kata.

Pada saat suatu kerinduan yang hening, di musim pancaroba, angin bertiup kencang. Mendung memenuhi langit dan gerimis mulai rintik-rintik. Dan keheningan itu meluas, tiba-tiba….halaman, ruangan disekitar seperti menjadi transparansi, sehingga pandangan dapat menembus sangat jauh. Diantara rumah-rumah, pohon-pohon yang bergoyang tertiup angin dan rintik-rintik hujan, adalah alur-alur partikel yang lembut bercahaya merasuk menembus pada kedalaman dan keluasan yang tak terjangkau. Disitu ada rasa rindu yang sendu yang bukan kesedihan dari sebuah hati atau pun pikiran. Alam yang jauh, suara-suara kodok, jengrik, gemereseknya daun-daun tertiup angin, semuanya menjadi suara-suara sunyi yang sedemikian dekat berada didalam tubuhnya. Pada saat ini sangDiri (pikiran) sama sekali tak berfungsi.

Ketika melihat seorang anak yang baru berumur 1,7tahun menggeletak dalam keadaan kurus dan pucat, keheningan dari welas-asih tersentuh. SiPHT merasakan vibrasi dari kecemasan, kepercayaan dan ketakutan menyelimuti anak dan ruang sekitarnya. Anak ini telah tiga kali keluar-masuk rumah sakit, dan akhirnya tergeletak tak berdaya. Ibu-Bapaknya, kakek-neneknya dan semua anggota keluarga yang lainnya semua dalam kecemasan yang sangat. SiPHT menyentuh dan mengelus lembut anak itu dengan usapan-usapan dari keheningan welas-asih. Vibrasi kelabu dari kecemasan dan kepercayaan itu ter-uarai menjadi keringat yang membasahi seluruh tubuh si-anak, dan kemudian tertidur lelap. Menjelang petang anak itu terbangun dalam keadaan lapar dan setelah diberi bubur, perlahan kesehatannya pulih dan sehat kembali.

Tingkatan Keheningan ini berbeda-beda, tergantung dari suasana, kwalitas sebuah hati. Namun kesederhanaan batin dan welas-asih sangat memegang peran, bagaimana keheningan dapat tersentuh dan meluas pada lapisan-lapisan yang lebih tinggi dan dalam. Hal ini dapat dilihat langsung pada diri sendiri. Barangkali juga kita dapat melihat tahapan perjalanan menuju pada keheningan ini dengan mengamati; yaitu seberapa banyak kita masih membenci, berasumsi, melekat dan menginginkan? Seberapa banyak kita masih memelihara rasa takut, kepercayaan, harapan, keyakinan dan kebanggaan diri kita? Hal ini setiap saat dapat kita cermati dalam diri kita. Jika kita sungguh cermat, menyimak kedalam diri, maka kita pun melihat. Didalam kesungguhan yang sungguh-sungguh ini ada perhatian menyeluruh, ada keheningan, ada kebebasan. Dan semua pertanyaan kita akan habis.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: