Beranda > Keheningan > ENERGI PARTIKEL

ENERGI PARTIKEL

Ketika siPHT duduk dalam diam, tiba-tiba tubuhnya adalah se-onggok rongsokan kaleng-kaleng usang peaat-peoot yang disana-sini telah berkarat. Dia menyeruak masuk kedalam rongsokan itu dan didalam sana adalah partikel yang penuh energi berkilauan bagaikan air-raksa. Ini bagaikan melebihi semua kekuatan logam mulya. Partikel ini memberi vibrasi sejuk dan damai yang tak dapat dirasakan oleh perasaan sadar manusia. Suasana dan kondisi ini tak dapat dijabarkan oleh intelek.

Dalam ilmu fisika, partikel dasar dikatakan partikel yang membentuk partikel-partikel lainnya yang lebih besar. Seperti halnya melekul terbentuk dari atom-atom yang lebih kecil. Sementara atom terbentuk dari electron, proton dan netron yang lebih kecil lagi. Sedangkan proton dan netron terbentuk dari partikel yang lebih kecil disebut sebagai quark. Partikel apakah yang membentuk quark…? Dan selanjutnya partikel apakah yang membentuk partikel pembentuk quark….? Hal ini tak’an dapat dipecahkan oleh kemampuan otak manusia yang terbatas.

Dalam fisika partikel adalah menemukan elemen paling dasar yang disebut sebagai ‘partikel dasar’, yang membentuk partikel lainnya yang tidak lagi terbentuk atas partikel yang lebih kecil. Hal inilah yang terus-menerus diselidiki oleh para ilmuwan sejati. Namun bagi para penekun spiritual dalam tingkat inteligensi tertentu, kadang mereka dapat mengalami secara langsung dari energi partikel, yang barangkali ini adalah partikel dasar, yang merupakan inti dari terbentuknya semua wujud kehidupan pada semesta raya ini. Partikel dasar yang penuh energi ini ada dimana-mana, dan orang dapat menemukan didalam dirinya sendiri. Untuk dapat menyentuh partikel dasar, inti-sari dari kehidupan ini orang mesti melepaskan semua keterikatan. Keterikatan ini dibentuk oleh jaringan pikiran yang tanpa sadar membuat kesimpulan-kesimpulan dan terus dirajut membentuk kecendrungan-kecendrungan yang kemudian menjadi pandangan, ide-ide, prinsip-prinsip. Inilah keterkondisin batin yang merupakan penghalang hadirnya inteligen. Inteligen ini bagaikan swit untuk menuju pada inti kemurnian, partikel dasar.

Kata-kata adalah pikiran, kata-kata berguna untuk kita berkomunikasi. Namun mesti ada kesadaran, bahwa kita jangan terjerat didalam kata-kata, kita mesti melampauinya. Bentuk tertinggi dari pikiran adalah inteligensi. Inteligensi hadir bila pikiran sungguh memahami dirinya sendiri, dan kemudian menjadi diam. Bila pikiran tak bisa diam, ini artinya dia belum sungguh-sungguh memahami dirinya. Disinilah kebanyakan para pencari mandeg, karena mereka tidak meletakan fundamen yang benar. Fundamen yang benar adalah kebebasan batin dari semua jerat, dari semua pegangan. Namun kebanyakan orang merasa takut jika tak berpegang. Seberapa keras-pun usaha, jika fundamennya tidak kuat, tidak benar, maka tower yang dibangun tak’an pernah sampai kepuncak gunung.

Telah banyak kali dibicarakan di-blog ini, manakala pertama kita datang kebumi yang indah ini, yaitu kita datang tanpa apa-apa. Kita hadir dalam kemurnian…, dalam keheningan. Dan setelah tua kita penuh-sesak dengan segala beban. Beban inilah yang menghalangi partikel-dasar, inteligensi ini hadir. Hal ini amat sangat sederhana bukan…? Apabila kita sungguh menghendaki, kita mestilah membuang semua beban-beban ini. Bila kita membuang semuanya… apa yang terjadi…? Kita akan menjadi miskin… inilah yang tak sanggup kita terima…yaitu menjadi miskin…?!

Bila Anda menjadi miskin, maka anda tak mempunyai apapun; tak ada martabat, tak ada kebanggaan diri, tak ada kepercayaan, tak ada indentitas, tak ada pegangan, tak ada perlindungan, tak ada kata-kata, tak ada takut, tak ada gelisah, tak ada harapan, tak ada kebencian dan sebagainya…..; semua kekayaan, beban ini ada didalam pikiran. Bila pikiran menyimak kedalam dirinya, dan jika sungguh ada pemahaman; pikiran mulai diam….., tubuh terlampaui…., nafas terlewati…, disitulah hadir yang tak bernama; yang kita namakan dalam bahasa kita, apakah partikel-dasar, kemurnian, inteligensi, inti-kehidupan, energi, apa-pun…terserah Anda menamai. Namun nama ini hanyalah kata. Dan kata ini bukanlah ITU!

Kategori:Keheningan
  1. masif
    8 Oktober 2011 pukul 9:21 am

    aku berharap bisa bertemu manusia yg sudah pernah menyentuh partikel dasar itu..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: