Beranda > Keheningan > SEMATA PENGAMATAN

SEMATA PENGAMATAN

Bila kita sejenak diam dalam pengamatan, kita akan melihat dan mendengar segala sesuatu dengan sangat jelas. Suara martil yang memukul plat dengan irama teratur dari workshop pengerajin “gambelan”, kokok ayam jantan disana-sini saling bersautan, suara serine dari kendaraan pengawal pejabat yang lewat, burung-burung pipit dan crukcuk bernyanyi menyambut pagi yang cerah. Suara anak-anak yang sedang bermain dilorong. Suara “sawan-ai” atau “sengenge” yang selalu berbunyi manakala mentari bersinar hangat. Teriakan siNenek dari rumah sebelah yang melarang cucunya bermain air.

Disela-sela pepohonan terobosan sinar-sinar pagi menerpa sisa-sisa air hujan semalaman memantulkan cahaya bintang-kemintang pada pucuk daun-daun dihalaman. Kehangatan sinar pagi membangunkan serangga-serangga dari tidurnya. “Muring” sejenis nyamuk terbang berkelompok, bergerak berputar, maju-mundur pada terobosan sinar-pagi untuk mencari hangat, laksana riak-riak gelombang kabut yang berirama. Goyangan kecil daun-daun tertiup angin pagi yang lembut, menimbulkan refleksi sinar dipermukaan dedaunan yang basah. Inilah adanya kehidupan pada saat pagi yang cerah.

Dalam pengamatan yang menyeluruh ini ada keheningan yang tertata, yang bebas dari konsep, dari dogtrin, dari kepercayaan, dari ritual, dari pengejaran, dari norma, dari mantera, dari otoritas, dari hiruk-pikuknya ambisi keserakahan manusia. Ini adalah gerak keheningan dalam kebebasan yang tertib. Manakala si-pengamat menyatu dengan yang di-amati, maka yang ada hanyalah semata pengamatan. Disini subjek dan objek berakhir, yang ada adalah apa adanya; semuanya adalah baru karena batin telah mati dari kenangan masa lalu. Ini adalah keterbukaan batin bagi dirinya dan bagi seluruh kehidupan. Jika ada peruntungan, dalam keterbukaan ini ada loncatan yang dapat mengantar masuk kedalam dimensi diluar pikiran. Disini tak ada apapun yang dapat disentuh oleh pikiran dan perasaan, sehingga tak ada kata-kata untuk mengungkapnya. Keagungan, kemulyaannya tak dapat dibandingkan dengan semua ritual termegah atau dari jerih-payah keserakahan usaha pikiran manusia. Bila Anda telah sampai disini, anda akan melihat betapa remeh dan sia-sianya segala ritual, kepercayaan dan keserakahan Anda.

Pagi ini akan terasa sangat istimewa, yang dapat menggugah hati untuk bertanya. Bertanya adalah syarat utama dalam belajar. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari setiap kejadian apapun dalam kehidupan kita; yang terjadi didalam diri maupun disekitar kita. Lihatlah apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang….? Mereka sibuk dengan segala macam kegiatan yang semata mengejar kesenangan. Mereka mencari dan mengumpulkan materi sebanyak mungkin dan tak ada puasnya. Dari keserakahan mereka terjadilah persaingan, kekacauan, pertentangan dan penderitaan. Yang paling tersorot, tentulah kehidupan politik dalam Negara ini. Dari kasus-kasus yang tak terselesaikan; kasus Bank Century dan sebagainya mestilah menggugah nurani. Para Negarawan terus menghimbau “berantas korupsi!”…namun nyatanya mereka tetap hidup serakah. Inilah kepalsuan hati manusia yang rakus. Aku bertanya-tanya dalam hati; penyakit apakah gerangan yang diderita oleh makhluk manusia yang serakah ini? Padahal mereka telah sedemikian terpelajar, dan beriman; adakah mereka sungguh beriman? Pertanyaan ini mestilah diajukan oleh setiap orang kepada dirinya, khususnya para pejabat, pemimpin bangsa ini, bukan?

Kalau boleh kusarankan kepada semua pemimpin Bangsa ini, cobalah setiap pagi sejenak Anda diam-mengamati, semata pengamatan! Tariklah nafas Anda selembut mungkin, amati! Anda akan melihat diri Anda dan kehidupan disekitar. Janganlah melakukan penilaian apapun, biarkan pikiran-pikiran Anda muncul, Anda akan melihat keserakahan, kecemasan, kemelekatan Anda pada kemasyuran, pada martabat, kebanggaan, pada kesenangan-kesenangan Anda yang tak pernah terpuaskan. Dan Anda akan melihat bahwa semuanya ini telah menimbulkan demikian banyak kekacauan, penderitaan bagi seluruh kehidupan rakyat Indonesia yang tercinta ini. Bila Anda sungguh melihat hal ini, barangkali Nurani Anda mulai terbuka, ini mungkin akan mengantar Anda pada kemurnian diri yaitu keheningan, kedamaian dan kasih. Bila bunga-kehidupan ini mulai bersemi dalam hati-hati Anda sekalian, sudahlah pasti kehidupan berBangsa dan berNegara akan damai, sejahtera dan mulya. Jadi, ubahlah diri Anda, sadari! Tiadalah gunanya Anda berkoar-koar tentang keadilan, kesejahteraan, apabila Anda tetap serakah. Anda mesti bertindak, berubahlah!; hiduplah dengan sederhana. Hanyalah kesederhanaan hidup lahir-batin yang dapat menyelamatkan dunia ini.

Doa permohonan tak’an dapat membuat Anda menjadi sederhana secara lahir-batin, namun Anda mesti menyadari bahwa keserakahan dari kemelekatan Anda pada segala bentuk kesenangan telah membuat kekacauan dan penderitaan. Bila tak ada perubahan ini artinya Anda belum sungguh menyadari, belum sungguh ada keinsyafan. Nasib dunia ini, nasib kehidupan ini berada dalam diri Anda, dalam kesadaran Anda untuk berubah. Karena ANDA adalah dunia ini, ANDA adalah bagian yang tak terpisahkan dari keidupan ini.

Kategori:Keheningan
  1. WIJAYA
    11 Oktober 2011 pukul 8:27 pm

    Hhmmm….mau mencampur minyak dgn air. Mana bisa..? Hening, mengamati secara murni, bla-bla-bla…adlh pekerjaan pertapa/penekun spiritual. Sdgkan pekrjaan pejabat ya neken, rapat, cari dana utk partai, dlsb.nya. So…?

    • windra
      12 Oktober 2011 pukul 10:33 am

      Apakah sepanjang hari pr pejabat itu sibuk, barangkali dgn meluangkan sedikit waktu untuk diam barang 15 menit, mungkin akan memberi manfaat; baik bagi dirinya maupun kehidupan secara luas….., so minyak dgn air tak’an bisa campur…, namun kehidupan, batin manusia terus bergerak berubah…..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: