Beranda > Keheningan > BOSAN

BOSAN

Pagi tadi, ketika mentari mulai bersinar se-ekor burung “cicklar” berkicau nyaring. Dia hinggap pada pucuk kembang “soka” didepan jendela, seraya mematuk-matuk kaca jendela dengan paruhnya yang panjang, sambil terus berbunyi melengking nyaring, seolah-olah memberitahu teman-temannya bahwa ada ruang didalam sana, namun tak dapat ditembusi.

Hampir sepuluh menit dia terus mematuk dan berteriak-teriak nyaring yang kadang terdengar sahutan dari teman-temannya yang berada dicabang-cabang pohon mengkudu atau pohon mangga. Setelah itu dia menggelanyut, sebelah cakarnya mencengkram pada pucuk daun muda; dia berhenti berbunyi maupun mematuk kaca jendela. Dia menatap, mencari-cari kedalam ruangan dimana aku duduk sangat dekat sekali dengannya. Sambil menggelanyut dia membentang-bentangkan sayapnya. Sejenak dia diam memejamkan mata seolah menikmati hangatnya mentari pagi yang menimpa tubuhnya. Dan kemudian dia kembali terbang menabrak dan mematuk-matuk kaca jendela sambil melengking-lengking nyaring. Namun setelah lima menit dia mulai capai atau barangkali bosan, karena ternyata semua usahanya tak dapat membawa dia menembus kedalam ruangan.

Aku melihat kedalam diriku, adakah rasa bosan itu menggerogoti hatiku…? Sebagai manusia biasa, kadang kita akan merasa bosan, namun kita tak memberi peluang perasaan bosan ini untuk berkembang, karena tanpa sadar kita terus bereaksi, mencari sesuatu untuk membuang atau menghindari perasaan bosan ini. Sadarkah kita akan reaksi-reaksi diri kita…? Bila kita menyadari reaksi diri kita yang sedang berpaling atau menghindar dari perasaan bosan, maka kita akan dapat berhadapan langsung dengan rasa bosan ini. Ketika kita sungguh berhadapan, maka kita akan melihat motif, alasan-alasan, penyebab dari perasaan bosan ini.

Pernahkah Anda sungguh berhadapan dengan perasaan bosan ini? Apakah motifnya…? Seperti halnya burung “cicklar” yang berusaha untuk menembus kedalam ruangan; manakala usahanya tak berhasil diapun mulai bosan dan pergi. Jadi salah satu motif dari perasaan bosan adalah usaha yang tak berhasil. Suatu usaha sudahlah tentu menuntut suatu hasil. Disini ada keinginan untuk memperoleh hasil. Aku melihat kedalam diriku….., inilah diriku yang terjerat oleh pikiran yang menginginkan. Ketika keinginginanku tak tercapai aku mulai bosan dan barangkali juga kecewa. Pikiranku juga, yang beranggapan bahwa si-burung “cicklar” bosan; yang senyatanya belum tentu demikian.

Ada banyak sekali motif, kenapa kita menjadi bosan dan tak pernah kita pahami; karena kita begitu cepat bereaksi mencari hiburan atau kesibukan yang lainnya. Apapun motifnya tak penting kita bicarakan, namun bagaimana perasaan bosan itu dapat dituntaskan pada saat kemunculannya. Kita mestilah dapat berhadapan langsung agar dapat mengamati secara total, maka itu sadarilah reaksi kita pada saat perasaan bosan itu muncul. Maka pada saat yang bersamaan kita dapat menuntaskan seluruh persoalan sekali-gus. Reaksi kita untuk menghidar adalah sama dengan perasaan bosan itu sendiri. Reaksi untuk menghindar ini adalah dibiakan oleh perasaan bosan itu sendiri. Jadi pelarian yang berbentuk hiburan, atau dengan mencari kesibukan adalah reaksi dari perasaan bosan itu sendiri. Bila kita sungguh menyadari hal ini maka dalam detik itu perasaan bosan pun tuntas dan menghilang. Namun bila kita mencari pelarian untuk menghidar, perasaan bosan ini menghilang sementara. Manakala hiburan atau hoby kita sudah tidak mengasyikan lagi, maka perasaan bosan ini muncul lagi, dan kita-pun langsung bereaksi mencari bentuk pelarian yang lainnya. Demikianlah kita terus-menerus berpindah-pindah dari satu hiburan menuju hiburan yang lainnya.

Inilah hal yang mesti Anda pahami. Ini berada dalam diri Anda. Untuk mengamati ini Anda tak butuh kitab suci ataupun kepercayaan yang adalah bagian dari pelarian dan hiburan Anda.

Kategori:Keheningan
  1. Nyairatu Tring Tring
    4 Januari 2012 pukul 8:01 am

    Saya sering merasakan kebosanan menghadapi hidup ini, kadang pelariannya hanya sebatas mendengarkan musik, buka fb, atau mengerjakan pekerjaan rumah….tp tetap saja rasa bosan itu muncul lagi….mentok-2nya saya berusaha utk bersahabat dgn kebosanan itu, saya coba utk lebih memahami rasa bosan yg sering timbul tenggelam dlm diri saya….pasrah menerimanya sbg bagian dr kehidupan ini. Sebetulnya apa sih yg menyebabkan timbulnya rasa bosan dlm menjalani hidup ini, kenapa rasa bosan itu selalu datang dan pergi, apa yg sebaiknya saya lakukan bila rasa bosan itu datang lagi…?? Mohon bimbingan dr bapak, sukseme.

    • 4 Januari 2012 pukul 2:31 pm

      Apa note diatas terasa pahit Nyairatu…? shg perlu ditambah gula….? Perasaan bosan ini hampir dirasakan oleh kebanyakan orang Nyairatu….; apa yg menyebabkan perasaan bosan ini…? Tentu masing2 orang yg dpt menjawab utk dirinya Nyai. Seandainya kt dpt menemukan dan mencabut akar/sumber/penyebab dari perasaan bosan ini…, mungkin rasa-bosan akan sirna. Untuk ini dibutuhkan kesungguhan, kemauan yg besar agar kt tdk mengesamping atau melarikan diri dari rasa-bosan ini. Coba disimak scr perlahan Nyai…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: