Beranda > Kesehatan > APAKAH ITU-3

APAKAH ITU-3

Banyak alasan kenapa kita jatuh sakit. Faktor pikiran sangatlah dominan mempengaruhi kesehatan. Seorang pasien yang menderita sakit tahunan, kebanyakan terkena effek traumatis dan hal ini dapat membuat kondisi sakitnya bertambah parah. Dan menjadi lebih sulit penyembuhannya, bila traumatisnya terkait dengan kepercayaan.

Seorang kakek muda berusia empat puluh tiga tahun telah sakit sejak enam tahunan. Dia telah berobat secara medis, ke Dokter, namun tak kunjung sembuh. Seperti biasa orang-orang Bali yang hidup dalam kepercayaan, kalau sakitnya tak kunjung sembuh, mereka tentu akan datang kepada orang pintar (balian) untuk menanyakan prihal sakitnya. Dan secara umum jawaban si-orang pintar, sakitnya tentulah sakit ‘niskala’. Sakit ‘niskala ini terjadi bisa oleh beberapa alasan: ada yang disebabkan oleh magic, ada yang disebabkan oleh ‘pitara’ (roh leluhur), ada yang disebabkan oleh ‘kesisipan dewa’ (disalahkan oleh dewa), dan ada juga yang disebabkan oleh alam dan dewa ‘kala’/saat/waktu.

Dan si-kakek muda ini percaya bahwa dia sakit karena ada lima orang sakti (leak) yang sirik/iri-hati kepadanya. Telah beberapa kali dia datang untuk diterapi ketempat siPHT (praktisi healing touch). Namun sakitnya tak kunjung sembuh. SiPHT melihat sentral meridian dalam diri si-kakek ini tak berfungsi baik. Setiap dia datang sentral meridian ini selalu mengalami penurunan jika dibandingkan, saat ketika dia selesai diterapi. Sentral meridian ini terkait dengan otak/pikiran dalam diri kita.
“Apakah yang Bapak takutkan saat ini?”, tanya siPHT kepada si-kakek setelah selesai diterapi malam itu.
“Saat ini perasaan saya sangat baik Pakyan, setiap selesai terapi, saya merasa sangat sehat; namun ketika saya sampai dirumah, perasaan sehat, tentram ini menghilang dan berganti rasa cemas,” jawab si-kakek.
“Beranikah Bapak melakukan tantangan kepada para ‘leak-leak’ yang menyakiti Bapak?” tanya siPHT.
“Waah…, mana mungkin saya melawan orang-orang sakti (leak-leak) itu”, si-kakek menjawab dengan wajah takut.
“Apakah Bapak tak percaya saya?” tanya siPHT lagi.
“Oh.., tentu saya percaya Pakyan, namun bagaimana caranya saya melawan ‘leak-leak’ itu?
“Carilah hari yang tepat, (‘rerahinan’, ‘kajeng-keliwon’), buatlah ‘segehan-poleng’(sejenis persembahan), dan persembahkan ‘di-lebuh’ (didepan pintu gerbang masuk kedalam rumah), seraya ucapan tantangan kepada ‘leak-leak’ dengan mantap,” pinta siPHT.
Si-kakek menatap siPHT ragu, namun siPHT menatap si-kakek dengan sinar mata meyakinan seraya berkata, “jangankan ‘leak-leak’ didaerah Bapak, RAJA LEAK se-Balipun tak ada apa-apanya.”

Akhirnya hari-pun ditentukan. Dan pada hari yang telah ditentukan…., tengah malam lewat, detik-detik bagai siput merayap bagi yang terlibat dalam tantangan yang menggiris rasa serem. Si-kakek tidur-tiduran di ‘bale-delod’, sementara anak dan mantunya ngintip dari rumah tetangga. Suatu vibrasi serem yang dingin berembus, bulu kuduk meremang, dan tiba-tiba, zzraatt…., bola-bola api melesat beterbangan mengitari ‘bale-delod’ dimana si-kakek sedang tidur-tiduran. Bola-bola api ini besarnya berbeda-beda, yang terbesar kurang lebih sebesar bola tennis dan yang kecilan sebesar bola golf dan yang terkecil sebesar bola pingpong, dengan warna berbeda-beda pula. Ada yang kemerahan, kebiru-biruan, kekuning-kuningan. Bola api ini ada lima buah. Ada yang bergerak berputar cepat, ada yang hanya perlahan naik-turun berputar-putar. Dan menurut orang-orang Bali bola-bola api ini adalah salah satu dari sekian banyak wujud-wujud leak. Bola-bola api mulai merubungi si-kakek yang sedang tiduran. Dan si-kakek merasakan sakitnya kambuh, dia mengerang menggeliat kepanasan. Dalam sakit dan bingungnya dia memohon pertolongan, “pakyan…pakyan… tolong saya….!” Dan tiba-tiba angin sejuk bertiup, bola-bola api langsung menghilang, dan disitu telah hadir siPHT yang mengusap-usap tubuh si-kakek dari atas kebawah dan sebaliknya. Setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan aneh siPHT pergi dan menghilang. Si-kakek pun tertidur pulas, dan keesokan harinya dia terbangun dalam keadaan segar dan sehat.

Sore harinya si-kakek beserta anak dan mantunya datang ketempat siPHT, dengan membawa buah-buahan sebagai ucapan terima kasih atas bantuannya tadi malam. SiPHT sejenak bingung. Namun dia meminta agar si-kakek, anaknya atau mantunya menceritakan apa yang terjadi tadi malam itu. Demikianlah si-kakek, si-anak dan si-mantu bergantian menceritakan kejadian tadi malam seperti ceritra diatas.

SiPHT sungguh tak paham apa yang terjadi…..? karena senyatanya dia tertidur sangat lelap dirumahnya semalaman. Mimpi-pun tak ada. Namun bagaimana itu…., dia bisa hadir secara nyata ditempat si-kakek yang juga disaksi oleh anak dan mantunya. Namun siPHT tak mau membantah ceritra si-kakek, anaknya maupun mantunya, karena itu barangkali sangat dibutuhkan untuk kesembuhan si-kakek.

Tahukan Anda, “Apakah itu…?”

Kategori:Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: