Beranda > Keheningan > SI-BURUNG BEO

SI-BURUNG BEO

“OM swastiastu, selamat pagi, apa kabar…?” Aku ‘jelalatan’…mencari-cari si-penyapa yang tak nampak ini. Dia berada di-‘pekarangan’/ halaman dalam rumah, disamping pintu masuk dibalik pepohonan yang rimbun. Awalnya aku terkesima, mendengar ‘pangenjali’ (sapaan) yang tiada orangnya, namun ketika sapaan dan pertanyaan itu bersambung terus, aku sadar ini tentulah seekor burung Beo yang pintar menirukan kata-kata tertentu. Demikian juga halnya bagi orang-orang tertentu bagaikan  si-Beo, sangat pintar mengikuti kata-kata, ungkapan atau ayat-ayat tertentu yang barangkali dibutuhkan bagi dirinya.

Para Guru, pen Dharmawecana, publik speaker, Ulama, Imam, tokoh-tokoh masyarakat yang pekerjaannya adalah cuap-cuap berbicara, mestilah melengkapi diri dengan cuplikan-cuplikan dari buku-buku, kitab-kitab suci agar ‘dagangan kata-katanya’ laris-manis. Masyarakat umum yang suka ter-kagum-kagum dengan kepintaran, akan semakin kagum apabila si-pembicara mampu mengucapkan kutipan, ayat-ayat tertentu dari berbagai sumber yang berbeda-beda. Manakala si-pedagang kata-kata mengulang sebuah ayat dari kitab suci dalam bahasa Arab, Sansekrit, Latin atau yang lain-lainnya dan kemudian menerjemahkan dengan pasih kedalam bahasa daerah; hal ini tentu mengundang ‘decak‘ kekaguman umat/masyarakat. Dan jika Anda atau saya kebetulan ikut sebagai pendengar yang gampang terobsesi; apakah oleh pidato, oleh kitab suci, atau oleh figur-figur, guru suci, pendeta suci, ulama suci, organisasi suci dan sebagainya; maka Anda atau saya akan mencatat apa-apa yang kita dengar, kemudian melatihnya, mengulang-ulang; setelah mahir kita-pun mengulang di-depan orang lain. Dan kita sudah merasa diri sebagai seorang Guru atau publik speaker. Inilah bagian dari budaya kita yaitu menjadi si-burung Beo.

Bila Anda atau saya memiliki otak yang cerdas, dalam waktu tertentu, tiadalah sukar untuk menghafal ayat-ayat sebuah kitab, dan kemudian mengulangi di-depan umum. Hal ini bukanlah sesuatu yang luar-biasa, tak ada istimewanya. Anda atau diriku tak lebih hanyalah mesin copy, bagaikan sebuah CD yang mem-Beo. Namun pola pikir manusia yang gampang terobsesi akan menilai Anda sebagai orang yang hebat, luar-biasa; dan ini membuat kepalaKU atau kepala Anda menggelembung. Pada-hal; baik yang terobsesi maupun yang meng-obsesi tiadalah jauh berbeda. Karena senyatanya hal ini hanyalah pengulangan kata-kata, dan akhirnya menjerat orang sebatas kata-kata.

Marilah kita diam sejenak……., amati….!

Manakala saya menilai atau berpendapat….; tidakkah pandangan saya ini dilandasi oleh suatu pendapat yang saya peroleh dari luar diri saya…? Dan pendapat ini yang barangkali merupakan kombinasi dari berbagai ide dari bermacam buku-buku, pidato, tulisan dan lain sebagainya, yang selama ini saya kumpulkan? Pendapat saya, penilaian saya tercipta dari keterkondisian diri saya oleh berbagai hal. Ini semuanya adalah palsu, tidak bersifat original. Apalagi jika yang saya katakan itu seutuhnya hanyalah kutipan dari sebuah ayat kitab suci; kedengarannya barangkali keren ditelinga Anda yang terobsesi dan percaya pada kitab-kitab suci; namun senyatanya itu hanyalah kata-kata yang bersifat palsu, copy-an semata. Inilah yang umum dilakukan para pembicara. Dan inilah pengakuan AA Gym belum lama ini, yaitu sebatas pembungkus, kemasan yang indah. Dapatkah Anda melihat hal ini senyatanya? Dan memang senyatanya itu hanyalah kata-kata yang tak mungkin membawa perubahan apa-pun di-dalam diri Anda, bukan…?

Apa-pun yang dikatakan oleh seorang peng-kotbah, publik speaker, Guru Suci, tak’an mampu menghilangkan kegelapan (avidya) dalam batin Anda, alih-alih Anda ikut menjadi si burung Beo. Maka itu tiada jalan; hanyalah apabila Anda bersedia menyimak kata-kata dikedalaman diri Anda, kata-kata pada setangkai bunga, dalam tetesan air hujan, dalam sehelai daun kering yang jatuh melayang ke-tanah, dalam embusan angin sepoi-sepoi, dalam panasnya terik matahari, dalam awan-awan yang melayang, dalam kicau burung-burung, dalam dendang lagu gelombang samudera, dalam tangisan seorang bayi, dalam luasnya langit biru, bintang-kemintang, dan lain-lainnya. Bila Anda menyimak kata-kata semesta yang bersifat original ini, maka Anda bebas dari kepalsuan si-Beo.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: