Beranda > Kesehatan > MAGIC

MAGIC

Kita ingin sedikit mengungkap praktek-praktek magic dalam perdukunan (balian) di Bali. Karena tidak sedikit masyarakat menjadi korban dari praktek-praktek perdukunan yang bersifat penipuan. Bila kita berbicara magic bagi masyarakat Bali umumnya, tentulah terkait dengan kata ‘leak’ (black-magic) dan ‘balian’/dukun (white-magic). Magic bukanlah hal yang luar-biasa. Ini hanyalah sejenis sugesti-diri untuk memaksimalkan fungsi pikiran, perasaan dan emosi yang diharapkan dapat mengasilkan gelombang energy. Dan gelombang energy ini dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan kepentingan masing-masing pribadi.

Dari praktek-praktek magic secara umum, selalu berkaitan dengan keuntungan pribadi; karena hampir kebanyakan manusia saat ini telah dikuasai oleh keserakahan. Dari praktek-praktek ini yang menjadi korban tentulah masyarakat awam. Untuk menunjang kegiatan per-dukunan ini, mereka rata-rata melibatkan symbol-simbol dan konsep-konsep kepercayaan/ agama/tuhan. Sejak dahulu-kala tidak jarang seorang ‘balian’ melakukan praktek ‘ngiwe’ mempraktekan white-magic sekaligus black-magic untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari pasien. Si balian berdalih menolong, pada-hal dialah yang mencelakai orang tersebut sebelumnya. Dan masyarakat yang terjerat dalam kepercayaan merupakan lahan subur bagi praktek magic perdukunan ini. Berikut saya sajikan kisah nyata dari si-PHT (praktisi healing-touch) yang tidak memiliki kepercayaan, namun terlibat langsung dengan magic dan misteri kehidupan. (Dapat dibaca dalam serial APAKAH-ITU, SEMPENGOT, LUBANG JARUM KEHENINGAN, DIMESI DILUAR PIKIRAN, LAHIR KEMBALI, PARTIKEL ENERGY, dll.)

Tengah malam itu si-PHT terjaga oleh perasaan sedih dan marah yang sangat mendalam akan perbuatan seseorang terhadap dirinya; tubuhnya terguncang oleh bara panas….; bara itu terkumpul dalam dirinya dan melesat melalui ubun-ubun kepalanya menuju kediaman orang tersebut. Dan tepat pada malam itu gudang dan garasi puluhan-truk orang itu ludes terbakar. Apakah kebakaran ini hanya suatu kebetulan atau ada kaitannya dengan bara panas yang melesat itu…? Namun, bagaimana-pun juga si-PHT sangat menyesal dan sedih dengan kejadian itu.

Si-PHT yang pernah ikut menjadi anggota IKNI (Ikatan Naturapatis Indonesia) yang anggotanya dari berbagai elemen yang tertarik pada pengobatan. Disini termasuk para paranormal, dukun, akupunturis dan lain sebagainya. Dari pengakuan seorang dukun bernama DOMBLER yang telah mengantongi berbagai sertifikat keterampilan dalam bidang pengobatan; yang hanyalah pajangan di tempat prakteknya untuk melegitimasi dirinya sebagai seorang penyembuh berkata, “kalau dengan pijat refleksi tidak mempan, kita gunakan akupuntur; jika tak mempan dengan akupuntur kita pakai totok-darah; bila tak mempan juga….., ya gunakan senjata pengungkas…, SAKIT NON MEDIS (kena-serana/santet).” Untuk pengobatan sakit non-medis ini, selalu menggukan sarana ‘upakara’ dengan ‘sesari’(uang wajib) se-enak udele si-balian DOMBLER. Dan umumnya disinilah para balian beroperasi; pada ranah perasaan dan emosional umat yang terjerat dalam kepercayaan, sehingga sibalian dapat meminta sesari sebesar mungkin yang seolah sudah menjadi kehendak ‘niskala’ (penyebab sakit yang tak Nampak). Dan umat yang sangat percaya pada ‘niskala’, tak ada pilihan mesti dengan rela menyerahkan duitnya atau apa-pun yang diminta oleh niskala.

Suatu hari pada bulan maret 2001, datang seorang pemuda dengan perawakan sedang dengan wajah pucat ke tempat si-PHT. Dia mengalami beberapa disfungsi organ-organ dalam tubuhnya. Dia telah banyak menghabiskan uang untuk berobat dan yang terakhir ke dukun Dombler, yang mengatakan bahwa sakitnya adalah karena magic (serana). Karena percaya dia-pun bersedia melakukan acara ‘melukat’ (pembersihan diri dengan upakara/ sesaji/persembahan) dengan ‘sesari’ Rp.800.000,– (delapan ratus ribu rupiah). Namun pengobatan pertama ini sama sekali tidak mengurangi sakitnya. Karena keinginan sembuhnya sangat, maka dia datang lagi ke balian Dombler. Si balian yang sekali-gus ‘penipu’ ini tentu sangatlah pintar menggiring kerbau-kerbau dongok yang telah terbenam dalam kepercayaannya. Pengobatan berikutnya dilakukan dengan sesari hanya Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah saja). Dan ini-pun tak ada hasilnya. Si-balian Dombler mengakatakan bahwa ‘niskala’ memintakan agar sesari-nya mesti dengan 7 (tujuh) gram emas, berupa perhiasan kalung dengan permata ‘kecubung’. Namun si-pasien mulai meragu dan akhirnya dia terdampar ke tempat si-PHT. Di tempat si-PHT dia diterapi dan langsung sembuh hanya dengan memperbaiki kondisi spinalnya, dimana urat dan syaraf disekitar sacrospinalis mengalami degradasi yang menimbulkan 19 jenis malfungsi pada organ dalam tubuh.

Tak sedikit praktek balian (dukun) yang mengaku-ngaku tahu tentang niskala/magic telah menipu masyarakat. Sementara si-PHT yang mendapat julukan sang-kafir yang melebihi seorang komunis, telah berkali-kali mengalami hal-hal yang irasional, yang barangkali merupakan bagian dari misteri semesta; tiada tahu apa-pun, dan tak memiliki kepercayaan apa-pun terhadap magic, niskala, supranatural dan lain sebaginya.

Berkali-kali kita ungkap, bahwa kepercayaan tak’an pernah mengantar kita pada pemahaman, justru kepercayaan menghalangi pemahaman. Hanya apabila ada pemahaman barulah kemungkinan Anda terhubung dengan misteri semesta yang berada diluar dimensi pikiran. Dan bila Anda berada dalam misteri, maka magic hanyalah permainan anak-anak yang tiada artinya.

Kategori:Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. 29 Januari 2011 pukul 7:46 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: