Beranda > Keheningan > KEMASAN INDAH

KEMASAN INDAH

Kemasan yang indah memang sangat menarik perhatian. Entah kenapa, orang-orang jaman sekarang sangat gampang tertarik pada kemasan. Untuk apa kemasan yang indah kalau isinya tak berkwalitas, tak bermanfaat? Kemasan dapat berfungsi sebagai label agar dikenal. Barang-barang dagangan akan dikemas se-indah dan se-menarik mungkin, agar para konsumen tertarik. Namun agama, kepercayaan…., perlukah dikemas indah?

“Kita mesti berani menunjukan jati-diri kita, karena itu kita mesti menekan-kan anak-anak didik kita sedini mungkin untuk membiasakan diri tampil dengan ciri-khas UMATkita”, kata seorang guru sekolah dengan nada tegas, dalam suatu obrolan di-warung pojok. Adakah pendapat, anjuran ini baik….?

Sebelum kita melangkah lebih jauh, cobalah kita menengok sejenak kebelakang. Tahun-tahun 1950an anak-anak sekolah tak kenal apa itu GayaTriMantram, Tri Sandya, tak ada sembahyangan ‘purnama-tilem’ dengan mengenakan pakaian ‘adat’ seperti anak-anak sekolah sekarang ini. Dengan contoh ini bukan berarti yang dulu itu baik atau buruk dan yang sekarang ini benar atau salah; namun manfaat apa yang diperoleh dari pendapat atau gagasan yang kita kedepankan. Tidakkah penting bagi kita mempertanyakan? Apakah makna sebuah pendidikan?

Tujuan pendidikan secara umum tentulah untuk memperoleh pengetahuan; namun hal yang paling mendasar dalam ranah pendidikan adalah pembentukan karakter, moralitas. Seseorang boleh jadi sangat pintar, jenius; namun jika tak bermoral, maka terjadilah kondisi bangsa kita seperti saat ini; penuh dengan koruptor-koputor yang rakus. Karakter, moralitas ini adalah ISInya. Bila ISInya tidak berkwalitas, biar KEMASANnya keren dan indah tiadalah berfaedah bukan? Dan kenapa kita ber-agama…? Diharapkan agama dapat mengISI diri manusia/kita, sehingga menjadi bermoral. Selama ini kita adalah orang-orang beragama, telah memeluk agama ribuan tahun, sejak didalam embrio nenek moyang kita. Semestinya kita telah menjadi orang-orang yang ber-ISI, bermoral, sudahkah kita…..?

Akhir-akhir ini kita justru sibuk menghias kulit-luar, label-label, menghias rakit-rakit, sampan, perahu atau getek yang hanyalah sarana untuk menemukan mutiara-kasih di-kedalaman samudera diri, sehingga kwalitas ISInya terpulakan. Apalagi wacana menghias kulit-luar ini dianjurkan oleh seorang guru, seorang pendidik….?  Seorang pendidik mestilah paham akan inti-sari sebuah pendidikan. Barangkali kreteria 3B dari syarat menjadi Miss World dapat dijadikan acuan; inner-beauty, brain dan behavior. Bukankah yang kita butuhkan adalah sumber daya manusia yang andal? Untuk ini kita mestilah menitik-beratkan kwalitas, ISInya, bukan kemasan. Jika kita sibuk pada kemasan, maka kwalitas ISInya terabaikan; karena kemasan yang indah ini akan memupuk kebanggaan. Semakin kuat kebanggaan DIRI (ego), maka semakin jauhlah kita dari moralitas.

Kategori:Keheningan
  1. Mai
    19 Mei 2013 pukul 4:17 am

    My coder is trying to persuade me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on a number of websites for about a year and am concerned about switching to another platform.
    I have heard good things about blogengine.net.

    Is there a way I can import all my wordpress posts into it?
    Any help would be greatly appreciated!

    • 24 Mei 2013 pukul 8:19 am

      Thanks, you have layover on my site, but I have not idea, I’m stutter in technology.

  2. 30 Juni 2013 pukul 10:08 am

    Hi would you mind letting me know which webhost you’re utilizing? I’ve loaded your blog in
    3 completely different internet browsers and
    I must say this blog loads a lot quicker then most.
    Can you recommend a good internet hosting provider at a fair price?
    Thanks a lot, I appreciate it!

  3. 7 Juli 2013 pukul 8:22 pm

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for?
    you made blogging look easy. The overall look of your site is great,
    let alone the content!

    • 8 Juli 2013 pukul 1:28 pm

      The blog in bahasa indonesia, but the coments in inglish. How could be…?
      Aku tak paham, maaf hehe.

    • 9 Juli 2013 pukul 9:45 am

      I’m very sorry, I have no idea.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: