Beranda > Keheningan > HARTA EKSLUSIF

HARTA EKSLUSIF

Kepekaan-diri hanya hadir dalam kesederhanaan batin yang bebas dari timbunan berkas-berkas ingatan masa-lalu, sehingga dalam dirinya ada kematian dan kelahiran.

Apakah yang dimasud dengan pernyataan diatas…? Sudah menjadi hukum alam (sanatana-dharma) bahwa setiap kematian akan membawa kelahiran baru. Dalam artikel KEMATIAN…, diceritrakan bagaimana proses terjadinya senyawa baru yang ditimbulkan oleh sebuah kematian yang disana hadir suatu kelahiran. Demikian juga halnya bila didalam batin ada kematian dari berkas-berkas kenangan masa-silam, maka disitu akan hadir suatu kelahiran yang membawa pembaharuan bagi dirinya; batin seperti ini dinamis, kreatif, penuh vitalitas, selalu segar dan ceria. Sedangkan batin yang selalu mengumpulkan akan menjadi penuh sesak oleh segala macam hal; dan apa yang dikumpulkannya menjadi basi dan membusuk.Inilah yang dilakukan oleh kebanyakan orang tanpa disadari. Disinilah kita hidup dalam ruang batin yang sesak dengan muatan beban-pengaruh sehingga batin menjadi rentan, tumpul, pengap, letih dan loyo. Cobalah amati…., batin yang mengumpulkan selalu memegang dan memupuk apa-pun yang diperoleh. Dari hal yang kecil meluas menjadi permasalah yang komplek sehingga disini tak pernah ada kematian maupun kelahiran yang bersifat baru. Pengumpulan ini menjadikan batin kaya-raya dengan barang-barang rongsokan yang pasti akan membusuk…? Dan yang sangat menyedihkan kita justru berpegang erat-erat dan mempertahankan segala harta kepemilikan ini sebagai hal yang istimewa. Dari sinilah awal semua masalah, konflik dan penderitaan; manakala kita meyakini, berpegang dan mempertahankan konsep-konsep, ideologi, pendapat, dogtrin, agama, simbol-simbol dan yang lain-lain yang dipuja-puja, yang kita jadikan sebagai HARTA EKSLUSIF.

Telah berulang kali kita pertanyakan, kenapa kita ngotot mempercayai…? Hal ini tentu akan tampak jelas apabila kita mau jujur mengamati. Bukankah dibalik kepercayaan kita ada HARAPAN dan KECEMASAN/rasa takut…? Namun kita tak bersedia jujur mengakui, kita lebih senang menghindar atau tersinggung jika ada yang mempertanyakan. Ketidak bersediaan kita melihat hal ini, membuat kita bingung…; dan dari kebingungan ini kita mencari petunjuk lewat seorang guru, otoritas, dogtrin, kitab-suci…, apapun yang lainnya. Dan petunjuk yang diharapkan justru kita jadikan pegangan, symbol, ajimat yang semakin memenuhi batin. Penerimaan pada kaidah-kaidah, metode, disiplin dan sebagainya membawa pada rutinitas hidup yang membuat batin semakin tumpul dan loyo.

Ini adalah kisah seorang gadis yang sejak kecil telah dicekoki oleh dogtrin. Pada awalnya dia amat sangat percaya, bahwa hanya tuhan allaah-nyalah yang akan dapat menyelamatan dirinya dan memberinya sorga. Namun penerimaan dogtrin-dogtrin ini tanpa disadari telah menyuburkan rasa ekslusifisme dalam dirinya. Bukan hanya kesombongan memenuhi dirinya namun diapun mulai membenci orang-orang lain yang tidak seiman. Hari berganti hari, musim berganti musim, kehidupan mengalir bebas tertiup angin pancaroba menyebrangi lautan, gurun, gunung-gunung, daratan dan pulau-pulau. Semua ini memberi pembelajaran bagi batin-batin yang bebas terbuka untuk menyimak. Dara ini dihadapkan pada fakta-fakta; ternyata tidak semua orang-baik itu se-iman dan tidak semua orang se-iman itu baik. Dan sebuah ayat pendek membuat dia terhenyak….“Dan barangsiapa yang mencari agama selain ISLAM, maka tidak akan diterima agamanya itu, dan di akhirat dia termasuk golongan yang menerima SIKSA yang pedih.” (QS.Ali-Imran:85)

Ayat ini mendorong dia menjadi murtad. Dalam dirinya timbul tanda-tanya dan keraguan. Keraguan dan tanda-tanya ini adalah syarat bagi batin yang siap belajar. Demikianlah sejak saat itu dia meninggalkan sangkar emas yang selama ini telah mendogtrinisasi, mengurung dirinya dengan dongeng-dongeng yang menggiurkan tentang kebesaran kerajaan syurga.

Kategori:Keheningan
  1. Yan Mardana
    27 Juli 2011 pukul 3:08 pm

    Hidup Anda adalah hidup yang Anda Ciptakan, dan tidak seorang pun berhak menghakiminya, sekarang atau selamanya.

    Hapus segala sesuatu dari masa lalu yang tidak menguntungkan Anda, dan bersyukurlah bahwa masa lalu itu telah membawa Anda ke tempat Anda berada saat ini, ke suatu awal baru.

    • windra
      27 Juli 2011 pukul 8:56 pm

      Terima kasih sharing anda sdr Yan Mardana, sptnya anda menghargai kebebasan, salam…

  2. 8 April 2012 pukul 10:32 am

    selamat menjalani hidup boss ,,,,merdekaaaaa !!!!

    • windra
      8 April 2012 pukul 8:11 pm

      Sama2 Pak Wayan…, merdeka…., om santhi 3x om….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: