Beranda > Keheningan > KATA-KATA ANDA

KATA-KATA ANDA

Semua note-note yang saya tulis adalah kata-kata ANDA yang merupakan bagian dari kata-kata semesta. Dapatkah anda melihat bahwa kata-kata ini ada didalam benak anda…? Jadi…, apakah saya sedang meng-copy kata-kata anda…? Ya…, bisa dikatakan demikian. Apa-pun itu…, apabila kita bersedia menyimak dan mempertanyakan…, adakah kata-kata ini milik anda? Kata-kata ini hanyalah kata-kata semata, yang bertebaran dimana-mana. Bila kata-kata ini dirangkai sedemikian rupa, maka jadilah dia kalimat, paragraph yang menimbulkan pengertian. Sebelum kata-kata ini di-posting diperuntukan kepada anda, kata-kata ini-pun telah ditujukan kepada si penulis sendiri. Kata-kata ini adalah pikiran yang berguna sebagai serana komunikasi.

Kata BUNGA, adalah sebuah kata yang menunjuk pada sesuatu yang kita sepakati bersama, disebut sebagai bunga..; inilah fungsi kata-kata. Namun tak jarang kita menjadi ribut, bertengkar karena masalah kata-kata. Di dalam dunia maya ini tak jarang orang berselisih dalam mempertahankan kata-kata yang dianggap sebagai kebenaran. Adakah kata-kata ini kebenaran…? Apakah Kebenaran itu kata-kata, pikiran…?

Sepanjang kata-kata ANDA adalah bagian dari kata-kata semesta, maka kata-kata ini masih bersifat original. Bila anda menggunakan kata-kata yang bersifat original ini, maka dia hanya akan menjadi serana komunikasi yang baik. Bisa jadi kata-kata anda persis dengan yang diucapkan oleh Sang Buddha, J.Krinhnamurti, Yesus, Mohammad, Vivekananda atau para Guru2 spiritual yang lainnya; namun ini bukan berarti anda mengutip kata-kata beliau, karena faktanya anda tak pernah membaca buku yang ditulis oleh mereka. Kenapa bisa sama…? Ini terjadi karena mereka, para Guru itu juga mengutip kata-kata anda yang bersifat original yaitu kata-kata semesta YANG TERBENTANG luas memenuhi kehidupan dari masa ke masa. Jadi siapa mengutip siapa…? Dengan melihat, memahami hal ini sedalam dalamnya, semestinya kita akan berhenti berdebat mempertahankan kata-kata. Kita mesti melampaui kata-kata/pikiran barulah kemungkinan ada sesuatu yang diluar pikiran.

Kenapa kita berpegang pada kata-kata dan sering berselisih, mempertahankan kata-kata…? Tahukah anda…; karena kata-kata anda bukan lagi merupakan kata-kata semesta. Kata-kata semesta yang original ini telah anda rangkai menjadi konsep, prinsip, simbol-simbol atau dogtrin, dan anda jadikan sebagai hak milik, sebagai kepunyaan atau pegangan yang anda yakini. Inilah yang menimbulkan perselisihan, karena kebenaran yang dipegang adalah sebatas kata-kata. Kebenaran menurut pikiran ini menjadi berbeda-beda, sehingga ada banyak kebenaran. Coba amati dan simak secara seksama dan perlahan…, bukankah ini yang terjadi didalam maupun disekitar anda….?

Hampir sebagian besar dari kita terlanjur pintar merangkai kata-kata semesta yang original ini menjadi prinsip, dogtrin, kebenaran, kesimpulan-kesimpulan, konsep-konsep, dan sebagainya…; dan menjadikan sebagai hak milik, yang diyakini, dibanggakan, yang seolah-olah perlu dibela, dipertahan. Dan ketika kita membaca sebuah posting, artikel yang tidak sesuai dengan konsep, prinsip atau dogtrin yang kita pegang, maka tanpa sadar kita barangkali akan mencibir, dongkol atau bahkan membencinya. Demikianlah sebuah konflik vertikal maupun horizontal terjadi berawal dari diri sendiri, dari kata-kata anda yang tercemar oleh rangkaian yang anda buat sendiri.

Seandainya kata-kata anda masih bersifat original, maka sebanyak apa-pun anda membaca atau berdiskusi, maka tak’an menimbulkan rasa dongkol, perselisihan apalagi kebencian. Karena kata-kata yang sedang anda baca ini adalah kata-kata anda sendiri yang adalah bagian dari kata-kata semesta. Dapatkah kita bersama-sama meng-insyafi hal ini?

“Bila saya berpegang maka saya sulit menerima kata-kata anda yang seolah mendorong saya dari pegangan. Sesungguhnya kata-kata anda hanyalah mengalir, demikianlah adanya sifat kata-kata semesta, namun karena saya berpegang, maka saya merasakan seolah-olah kata-kata anda mendorong saya. Untuk mempertahankan diri dalam pegangan, maka saya berusaha mendebat kata-kata anda dengan prinsip-prinsip, kesimpulan, konsep-konsep, dogtrin dan sebagainya yang membangkitkan rasa panas, dongkol atau bahkan kebencian dalam diri-ku.” Hal inilah yang terjadi dalam diriku. Dan apabila saya tak mampu melihat, meng-insyafi hal ini maka selamanya kata-kata anda akan selalu mengusik diriku.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: