Beranda > Keheningan > BELAJAR

BELAJAR

Secara umum belajar adalah mengumpulkan pengetahuan, lewat buku-buku atau praktek langsung. Belajar ini berkaitan dengan hal-hal yang bersifat tehnik atau ketrampilan, seperti belajar bahasa, seni lukis, seni suara, seni tari; belajar ilmu kedokteran, hukum, tehnik mesin, komputer, arsitek, pertanian, bangunan dan lain-lain. Sementara itu ada sejenis belajar yang lainnya, yang tidak bersifat mengumpulkan; belajar disini adalah semata mengamati, semata menyimak segala sesuatu yang terjadi disekitar maupun yang terjadi didalam diri kita.

Dalam suatu dialog atau diskusi langsung, lebih-lebih yang tidak langsung seperti dalam dunia maya, kita dapat menyimak banyak. Suatu contoh, ketika kita mengajukan pertanyaan….; jawaban atau tanggapannya bukannya bersifat objektif, namun cendrung bersifat subjektif yang merupakan praduga atau asumsi atau tak jarang merupakan dalih sebagai pembelaan diri, sebagai pertahanan atau penolakan. Dapatkah kita secara perlahan mengamati hal ini; reaksi-reaksi kita, kecendrungan kita yang selalu berusaha bertahan atau menolak…? Saya kira ini sangat penting, karena sumber segala masalah dalam hidup ini berawal dari hal yang paling mendasar didalam diri kita masing-masing.

Hal ini barangkali tanpa di sadari, kita selalu ingin bertahan atau ada sesuatu yang kita pertahankan, sehingga tanpa sadar juga tentu ada penolakan, bukan? Dan hal ini dapat menimbulkan konflik baik yang bersifat langsung atau tak langsung. Bagi yang berlapang dada barangkali dapat menghindari debat kusir, namun tak jarang konflik yang terpendam didalam hati berakibat buruk dan hal ini tentu tidak sehat. Nah, semata menyimak, semata mengamati apa yang terjadi pada batin kita adalah belajar tanpa mengumpulkan apa-apa. Belajar seperti ini adalah belajar dalam kebebasan, mengalir terus, tanpa beban dan hambatan, karena kita tak berpegang kepada apa-pun. Hal ini tidak mudah dilakukan, karena kita telah terkondisi, kita terbiasa pada kecendrungan untuk berpegang.

Ini satu ilustrasi…; “Eh yan…, kamu itu sudah sakit, kenapa masih merokok dan minum alkohol?”….; saya merasa terusik oleh penunjukan dan pertanyaan ini. Dari keter-usikan ini saya balik bertanya atau membuat pernyataan pembanding…; “kamu punya hak apa ngurus orang lain…? Lihat too, semua orang juga merokok, minum alkohol…, sana suruh tutup saja pabrik rokok, bir, wisky…!” Coba kita amati…! Kenapa saya begitu gampang terusik…? Apa/siapakah yang merasa terusik ini? Bila anda menunjuk bahwa baju saya kotor atau robek.., tidakah semestinya saya melihat, memeriksa pada penunjukan itu? Demikian juga walau penunjukan itu mengarah kepada hal yang substansi, seperti keyakinan, kepercayaan, dogma, doa’, kaidah, konsep, ideology dan lain-lain. Ketika anda mempertanyakan keyakinanKu..; kenapa AKU merasa terusik…? Inilah hal mendasar yang mesti saya pahami. Tetapi saya tak’an mampu memahami apa-pun karena saya tak bersedia belajar..; saya keburu terusik dan membanding untuk pembelaan diri, untuk menutupi keburukan diri dengan balik berasumsi, menyebut keburukan anda. Demikianlah reaksi pikiranKU (si-Diri) yang selalu bercokol, menopoli batinku sehingga aku tak mungkin BELAJAR.

Bila aku tak mampu menanggulangi pada akarnya, maka tak’an pernah ada kemungkinan perubahan total dalam hidupku. Kebaikan, kebahagiaan, kedamaian yang kuharap hanyalah harapan belaka. Maka timbullah pertanyaan, “apa yang mesti aku lakukan…?” Dapatkah saya semata mengamati, semata menyimak, menyelidik dan mempertanyakan; tanpa menyimpulkan? Ini adalah belajar tanpa mengumpulkan, belajar seperti ini tak membuat kita pintar, namun membebaskan batin dari dogma, otoritas, fanatisme, kepicikan. Disini ada keindahan dari kesederhanaan batin, ada riang-gembira dari batin yang ringan, ada vitalitas dari batin yang waspada.

Kategori:Keheningan
  1. 1 Desember 2011 pukul 8:59 pm

    saya tertarik dengan tulisan anda mengenai kain polengnya,kebetulan saya sedang meneliti kain poleng untuk tugas akhir (skripsi) klo boleh saya mau kopi darat sama mas windra untuk diskusi mengenai kain poleng,

    ini email saya : oq.alamsyah@gmail.com
    atau tlp : 087878372029

    terima kasih sebelumnya

    • 2 Desember 2011 pukul 3:38 pm

      Anda kuliah apa, dmn Mas Okky….?
      Saya tinggal di daerah Mengwi, Silahkan anda mampir klo kebetulan lewat…., tiada salahnya kita ngobrol2, namun sejujurnya saya tak tahu banyak tentang kain poleng itu.
      Tulisan itu hanya analisa scr logika yg bebas.
      Hp saya: 08123942933.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: