Beranda > Keheningan > ENERGY MELIHAT

ENERGY MELIHAT

Adalah hal yang sangat sulit untuk melihat. Melihat tanpa bias dari kecendrungan-kecendrungan diri kita, dari gerak pikiran yang tanpa sadar selalu berkomentar. Dapatkah kita melihat sekuntum bunga tanpa diskripsi, tanpa kata, yaitu semata melihat apa adanya bunga itu? Cobalah…!

Dan adalah lebih sulit untuk melihat keterkondisian batin kita oleh segala macam hal. Keterkondisian batin oleh kepercayaan mungkin merupakan hal yang paling sulit. Karena hal ini dipupuk secara perlahan sejak usia dini, oleh lingkungan dimana kita dilahirkan. Semua hal ini yaitu keterkondisian ini ada didalam diri kita. Untuk melihat keterkondisian diri ini sepintas, kita dapat membuat sebuah perbandingan yaitu apa adanya kita saat ini dengan apa adanya kita saat pertama dilahirkan. Tentu Anda dapat melihat dengan mudah dua kondisi yang kontras ini, bukan? Bagaikan selembar kertas, yang satu kosong, putih bersih dan yang satunya lagi penuh dengan coretan, tulisan yang diisi oleh lingkungan maupun oleh diri Anda sendiri.

Dari ilustrasi yang sederhana ini kita dapat melihat selayang-pandang tentang kondisi diri kita. Selanjutnya terserah Anda…!
Apabila Anda berminat untuk memahami, melihat diri, maka Anda mesti bergerak mendekati diri Anda untuk dapat melihatnya secara detail. Cobalah Anda melihat diri Anda saat ini; lihat satu-persatu. Disana ada hoby, kegemaran, kecendrungan, kesenangan dan berlanjut pada pengejaran akan kesenangan-kesenangan itu. Bila kesenangan ini dipupuk sedemikian rupa, hal ini akan menguat dan Andapun terjerat padanya (kecanduan). Dunia ini tidaklah kekal, bila sekali waktu kecanduan Anda tak terpenuhi, muncullah rasa tak enak seperti jengkel, marah atau benci. Hal ini bukan hanya Anda semata yang merasakan namun bisa jadi berdampak pada orang sekitar Anda: anak-anak, suami atau istri, sanak-keluarga yang lainnya atau kerabat Anda. Bila Anda sungguh melihat hal ini secara total, selanjutnya Anda akan bebas dari masalah ini. Sungguh MELIHAT adalah energy kesadaran tertinggi.

Permasalahan yang lebih laten adalah kepercayaan. Ketika kita mendapat kesulitan hidup, kita mencari jalan keluar, lewat buku-buku, lewat ajaran agama, dogtrin, otoritas, konsep-konsep, metode dan sebagainya. Dan kesemuanya ini adalah hasil karya pikiran. Karena percaya kita mencoba mematuhi ayat-ayat dalam buku, kitab suci. Apa jadinya…? Pikiran kita semakin terpola, terdogtrinisasi. Semakin kuat keterpolaan ini semakin kuat kepercayaan. Semakin kuat kepercayaan, semakin tak berdaya kita untuk melihat. Karena kepercayaan ini adalah ketidak-tahuan yang menutupi mata batin kita.

Ambillah suatu contoh dari pernyataan sebuah ajaran, yang adalah kata-kata, yang adalah pikiran. “Agama ini ibarat tali kekang untuk mengendalikan pikiran.” Pikiran kita cendrung membenarkan dan tanpa sadar kita menerima pernyataan diatas sebagai kepercayaan kita. Dari banyaknya pernyataan-pernyataan, ajaran-ajaran, konsep-konsep yang kita kumpulan yang kita jadikan kepercayaan, yang kita jadikan landasan berpikir, maka lengkaplah keterpolaan diri kita. Dari keterkondisian inilah kita bertindak, membenarkan, menyalahkan, menyetujui dan menentang, suka dan benci. Dapatkah Anda melihat hal ini ada dalam diri Anda?

Untuk meningkatkan “energy melihat”, kita mesti mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri. Kenapa saya mempercayai kitab-kitab suci, kenapa saya percaya bahwa buku itu adalah kitab suci…? Kenapa saya percaya bahwa agamaKU akan membawaku ke-sorga? Kenapa…? Manakala saya disudutkan oleh pertanyaan ini, maka “energy untuk melihat” dalam diri saya meningkat. Semua kitab, senyatanya hanyalah buku-buku hanyalah kata-kata, hanyalah pikiran tak lebih. Dan tak jarang kitab itu adalah dogtrin yang mengandung unsur kekerasan, menekan, yang dapat menimbulkan friksi pada batin yang menerima. Hal ini sungguh tidak sehat.

Ketersudutan diriku membangkitkan energy, dan energy ini akan dapat menemukan alasan-alasan kenapa saya mempercayai….? Ketika saya sungguh melihat semua alasan, semua penyebab kenapa saya percaya, tepat pada saat ini “energy melihat” ini, membakar habis seluruh alasan, semua penyebab itu. Disitu ada ruang hening tanpa batas.

Bila Anda berada disini, maka semua ayat-ayat, kitab-suci, dogtrin, kepercayaan, keyakinan, harapan, kecemasan apapun yang lainnya secara otomatis ikut terbakar habis. Dalam ENERGY MELIHAT inilah agama sejati dengan kitab suci yang tak tertulis dalam kata-kata.

Kategori:Keheningan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: